Jumat , 9 Desember 2022
Home / HEADLINE NEWS / 231 KK Terdampak Banjir di Tayan Hulu, Satu di Antaranya Mengungsi

231 KK Terdampak Banjir di Tayan Hulu, Satu di Antaranya Mengungsi

Foto— Banjir merendam sebagian wilayah di Kecamatan Tayan Hulu, Kamis (15/09/2022)—ist

 

KALIMANTAN TODAY, SANGGAU. Banjir merendam Desa Berakak dan Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hulu pada Kamis (15/09/2022). Sebayak 231 Kepala Keluarga (KK) terdampak, satu di antaranya mengungsi.

Dua desa di Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau yakni Desa Berakak dan Desa Sosok terendam banjir, Kamis 15 September 2022.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Kristian Hendro merinci, warga terdampak di Desa Berakak terdapat tiga RT yakni RT 001 sebanyak 114 jiwa dari 29 Kepala Keluarga, RT 002 ada 49 jiwa dari 29 Kepala Keluarga, dan RT 004 ada 50 jiwa dari 13 Kepala Keluarga.

“Total di tiga RT Desa Berakak itu ada 212 jiwa dari 54 Kepala Keluarga, dan ada 1 Kepala Keluarga 3 jiwa mengungsi ke tempat keluarganya,” ujar Kristian Hendro, Kamis (15/09/2022)

Sementara di Desa Sosok ada enam dusun yang terdampak, yakni Dusun Perayaan Dangku RT 09, ada 27 jiwa dari 6 Kepala Keluarga, Dusun Sosok I RT 01, ada 80 jiwa dari 33 Kepala Keluarga, Dusun Moling RT O1 ada 35 jiwa dari 8 Kepala Keluarga, Dusun Barage ada 152 jiwa dari 60 Kepala Keluarga, Dusun Sosok II ada 148 jiwa dari 50 Kepala Keluarga, dan Dusun Tahan RT 05, ada 75 jiwa dari 20 Kepala Keluarga.

“Total di Desa Sosok itu ada 517 jiwa dari 177 Kepala Keluarga,” ungkap Hendro, sapaan akrabnya.

Masyakat yang bermukim di Daerah Aliran Sungai (DAS) diminta selalu waspada mengingat kondisi air bisa saja naik sewaktu-waktu.

Hendro juga meminta Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bertugas, mematuhi intruksi yang dikeluarkan Pimpinan BPBD yaitu: Pertama, meminta petugas piket posko selalu memantau informasi peringatan dini dari BMKG melalui WhatApps grup tentang info cuaca dan diteruskan ke WhatApps group Tim TRC.

Kedua, anggota bagian pengamatan dan informasi agar selalu memonitor sekitar dan monitor melalui medsos kondisi seluruh kecamatan terutama kecamatan yang rawan Batingsor.

Ketiga, anggota bagian kaji cepat agar selalu komunikasi dan memonitor via medsos daerah kecamatan yang sedang dalam kondisi banjir dan melanjutkan laporannya di WhatApps TRC BPBD. Keempat, Seluruh anggota selalu standby on call apabila sewaktu-waktu diperlukan. (ram)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Biaya Penerangan Jembatan Tayan Capai Rp 5 Miliar Pertahun

  KALIMANTAN TODAY, SANGGAU. Biaya pemeliharaan penerangan Jembatan Tayan pertahun ternyata cukup mahal. Mencapai Rp.5 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *