Kamis , 6 Oktober 2022
Home / NEWS / Angka Stunting di Sanggau Capai 26 Persen, PH Minta Semua Bergerak, Dinkes Fokus 38 Desa

Angka Stunting di Sanggau Capai 26 Persen, PH Minta Semua Bergerak, Dinkes Fokus 38 Desa

Foto—Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Wakil Ketua DPRD Sanggau, Acam, Sekda Sanggau, Ketua TP PKK dan Kasi Intel Kejari Sanggau berfoto bersama peserta rembuk stunting yang digelar di Hotel Garden Palace, Senin (08/08/2022)—Kiram Akbar

 

KALIMANTAN TODAY, SANGGAU. Angka stunting di Kabupaten Sanggau masih cukup tinggi, 26 persen. Bupati Sanggau, Paolus Hadi, meminta semua unsur bergerak untuk menekannya. Tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) fokus ke 38 desa.

“Untuk menurunkan stunting tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Makanya tema hari ini juga bergerak bersama untuk menurunkan stunting. Poin-poin penting ini pasti melibatkan banyak pihak: pemerintah daerah, termasuk di dalamnya DPRD, karena berkaitan dengan anggaran,” kata PH, sapaan akrab Paolus Hadi ditemui wartawan usai acara Rembuk Stunting Kabuapten Sanggau 2022, Senin (08/08/2022).

“Juga pihak Forkompimda dan seluruh jajarannya. Kemudian Pemdes, perusahaan-perusahaan, perbankan, dan tokoh-tokoh masyarakat kita melalui lembaga-lembaga adatnya, organisasi pemudanya, perempuan dan lainnya. Ini satu kesatuan,” tambahnya.

Termasuk, kata PH, para orangtua dan remaja yang menjadi calon-calon pengantin. Merekalah yang menentukan keturunannya, stunting atau tidak.

“Untuk itu perlu sosialisasi, edukasi, bahkan action dan supporting dari kita. Karena kalau bicara stunting itu kan bukan hanya soal gizi. Orang yang berduit pun tiba-tiba kaget kalau anaknya stunting. Kadang-kadang juga ada faktor lain, kebersihan, sanitasi, atau anak-anak tak mau makan dibiarkan orangtua,” bebernya.

Orang nomor satu di Kabupaten Sanggau itu pun meminta tim yang terdiri dari berbagai stake holder untuk menurunkan angka stunting tahun ini menjadi 22 persen.

“Tadi sudah disepakati, sebagian yang hadir ini sebagaian besar dari tim. Dan unsur-unsur besarnya adalah tambahan-tambahan, misalnya perusahaan. Penekanannya seperti itu, ayo turunkan stunting. Kalau kita mau tahun 2024 angka stunting jadi 14 persen,” ungkap Bupati dua periode itu.

Selaku leading sector penurunan angka stunting, Dinkes Sanggau optimis angka stunting dapat turun menjadi 22 persen. Rembuk Stunting kata Kepala Dinkes Sanggau, Ginting adalah salah satu langkahnya.

“Rembuk Stunting ini langkah ketiga sebetulnya dari delapan langkah konvergensi stunting. Jadi percepatan penurunan stunting itu harus teritegrasi. Khusus untuk bidang kesehatan, tentu kita melihat mulai dari status gizi anak remaja, terkait pemberian tablet penambahan darahnya, status gizi ibu hamil, ibu melahirkan, kemudian pemberian ASI ekslusif terhadap bayi baru lahir,” kata Ginting.

Tak kalah pentingnya juga, kata Ginting, adalah kunjungan Posyandu. Melalui kunjungan Posyandu inilah dapat mendeteksi lebih awal, status gizi dari bayi.

“Di samping itu juga kita lengkapi alat-alat yang ada, seperti atropometri, kita lengkapi dan kita perbanyak. Target kita setiap desa ada satu alat. Karena bagaimanapun juga keakuratan pengukuran tinggi dan berat badan bayi akan menentukan hasil itu,” sebutnya.

Tahun ini, Ginting mengaku fokus pada 38 desa dari 163 desa dan 6 kelurahan se-Kabupaten Sanggau.

“Kita cari yang terendah. Tahun ini kita punya 38 desa. Berikutnya lagi ada yang namanya tim review, kita akan turun lagi ke lapangan, me-review dan menilai. Sebetulnya semua desa kita intervensi, tapi yang jadi fokus perhatian kita 38 desa dari 15 kecamatan,” terangnya. (Ram)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Laga Arema FC vs Persebaya Berakhir Ricuh, 127 Orang Meninggal Dunia

  KALIMANTAN TODAY, MALANG – Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang berakhir ricuh. Hasil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *