Sabtu , 22 Januari 2022
Home / EKONOMI / Cargill Berikan Premi RSPO Senilai 3,9 Miliar Pada 2.900 Pekebun Plasma di Kalimantan Barat

Cargill Berikan Premi RSPO Senilai 3,9 Miliar Pada 2.900 Pekebun Plasma di Kalimantan Barat

 

KALIMANTAN TODAY, KETAPANG – Cargill melalui bisnis unit kelapa sawitnya di Kalimantan, Cargill Tropical Palm (CTP), menyerahkan premi RSPO dengan total nilai IDR 3,9 miliar kepada lebih dari 2.900 pekebun plasma, melalui sembilan mitra koperasi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Nilai total Premium RSPO tersebut merupakan hasil kinerja perkebunan periode Agustus 2020-Agustus 2021 dan nilai tersebut meningkat hingga 129% jika dibandingkan tahun fiskal sebelumnya yang berjumlah IDR 1,7 Miliar.

 Kesembilan mitra koperasi yang menerima premi RSPO meliputi KUD Subur Makmur, Koperasi Produsen Subali Raya Sejahtera, Koperasi Produsen Berkah Manunggal Sejahtera, Koperasi Kebun Titian Makmur, Koperasi Produsen Rimba Kecubung Indah, KUD Bukit Selendang Jaya, Koperasi Tani Budhi Asih, Koperasi Kebun Mitra Sejahtera dan Koperasi Kebun Karya Jaya. Para mitra koperasi ini mewadahi lebih dari 2.900 pekebun plasma di Kalimantan Barat dengan total luas lahan hingga 6.074 ha.

 “Merupakan suatu kebanggaan melihat peningkatan yang luar biasa dari kinerja mitra pekebun plasma di Kalimantan Barat. Pencapaian ini menunjukkan adanya potensi besar bagi pekebun sawit untuk mengembangkan kemampuan pengelolaan dan meningkatkan perolehan hasil dari lahan sawit yang tersertifikasi RSPO. Lebih dari itu, para pekebun plasma turut andil dalam penyediaan pasokan sawit yang bertanggungjawab dan berkelanjutan,” kata Anthony Yeow, Presiden Direktur yang mengelola Unit Bisnis Cargill Tropical Palm di Kalimantan.

 Cargill berkomitmen untuk mengoperasikan rantai pasokan sawit secara transparan, mudah ditelusuri dan berkelanjutan. Pengukuran kemampuan para mitra pekebun plasma terus dilakukan olehperusahaan dengan memberikan pendampingan dan pembekalan pengetahuan teknis tentang praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan perkebunan sawit yang bertanggungjawab. Hal ini juga selaras dengan semakin meningkatnya minat dan permintaan pasar akan produk-produk yang berkelanjutan.

 “Sebagai pekebun saya merasa bahwa program RSPO ini cukup membantu menambah pengetahuan saya terkait pentingnya kualitas panen, aturan penggunaan bahan kimia berbahaya, serta cara-cara berkebun yang baik dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan (air, flora, dan fauna). Dengan adanya lisensi RSPO ini,  pekebun dan badan koperasi lebih termotivasi untuk menjadi lebih bekembang dan mandiri. Petani lebih memahami tata kelola berkebun yang lebih baik, dan koperasi mendukung penerapan/praktiknya dengan menyediakan seluruh kebutuhan yang berkaitan dengan pengelolaan kebun,” kataBudi Rahmat, pekebun plasma dan anggota dari Koperasi Budhi Asih.

 Sementara itu, seorang pekebun lainnya, Dalijo, yang merupakan anggota dari Koperasi Karya Jaya, mengatakan, “Manfaat yang saya rasakan setelah bersertifikasi RSPO adalah adanya peningkatan hasil kebun karena adanya upaya pembinaan dari perusahaan tentang pengelolaan kebun yang baik.”

 Dengan standarisasi RSPO dalam praktik perkebunan kelapa sawit yang bertanggungjawab dan berkesinambungan, maka dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat dapat dihilangkan.

 “Cargill telah membina kami untuk menjadi pekebun bersertifikat RSPO dan kami telah memperoleh sertifikat RSPO sejak tahun 2018. Dengan Sertifikasi RSPO kami makin memahami cara pengelolaan kebun dengan praktik terbaik dan turut serta menjaga lingkungan dengan mengelola kebun secara berkelanjutan. Begitu juga dengan kemampuan kami sebagai koperasi yang semakin baik dalam menyediakan sarana produksi untuk para pekebun kami sehingga mereka dapat mengelola kebunnya dengan lebih efisien,” kata Jumardi, Ketua Koperasi Karya Jaya.

 Kesukesan Cargill merupakan hasil kerjasama yang kuat dengan para pemangku kepentingan, termasuk mitra koperasi melalui kerjasama pola Plasma PIRTrans. “Upaya kerjasama pola Plasma PIRTrans akan terus dikembangkan, sebagai wujud kontribusi positif bagi industri kelapa sawit secara umum dan bagi masyarakat pekebun plasma setempat secara khusus. Kami mendorong para pekebun sawit untuk turut ambil bagian dengan meningkatkan pengelolaan lahan sawitnya mengikuti standarirasi RSPO,” ungkap Anthony Yeow.

 Cargill telah bermitra dengan lebih dari 22.000 pekebun plasma lokal di Indonesia selama lebih dari dua dekade, dan akan terus bermitra dengan lebih banyak pekebun plasma di tahun-tahun yang akan datang. Perkebunan kelapa sawit Cargill di Sumatera Selatan merupakan salah satu penerima sertifikat RSPO pertama di dunia, dan diikuti oleh perkebunan sawit Cargill di Kalimantan Barat. Perusahaan dengan terus memberikan bantuan kepada para pekebun untuk melaksanakan praktik pertanian yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan, serta membantu dalam memperoleh sertifikasi RSPO. (*)

 

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Anggota TRC Hanya Digaji Rp 600 Ribu Perbulan Tanpa Jaminan Kesehatan, Siron: Terbentur Aturan Daaerah

  KALIMANTAN TODAY, SANGGAU. Tim Reaksi Cepat (TRC) dibawah Komando Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *