Minggu , 3 Desember 2023
Home / NEWS / Pertanian di Empat Kecamatan di Sanggau Terancam Gagal Panen

Pertanian di Empat Kecamatan di Sanggau Terancam Gagal Panen

Foto— Sawah milik petani di Dusun Empawah, Desa Melungai, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau terendam banjir dan terancam gagal panen—ist

 

KALIMANTAN TODAY, SANGGAU. Sejak dua pekan belakangan, banjir melanda sejumlah titik di Kabupten Sanggau berdampak pada lahan pertanian masyarakat. Seribu hektar lebih lahan pertanian terendam.

“Data sementara sampai dengan hari ini, total luasan lahan pertanian yang terdampak banjir di Kabupaten Sanggau seluas 1.009,7 hektar. Terdiri dari sawah seluas 593,9 hektar dan ladang seluas 415,8 hektar. Tersebar di Kecamatan Toba, Kapuas, Mukok, Jangkang dan Tayan Hilir,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau Kubin, Rabu (3/11/2021).

Ia merinci, di Kecamatan Toba ada sekitar 124 hektar ladang terdampak banjir. Kemudian di Kecamatan Kapuas, sekitar 7,9 hektar sawah dan 12,3 hektar ladang. Selanjutnya di Kecamatan Mukok, lahan ladang yang terdampak banjir seluas 5,5 hektar. Di Kecamatan Jangkang sekitar 331 hektar sawah dan 274 ladang terdampak banjir. Sementara di Kecamatan Tayan Hilir, sawah yang terdampak banjir seluas 255 hektar.

“Lahan pertanian yang terdampak banjir di Kapuas, Mukok, Jangkang dan Tayan Hilir dalam kondisi rusak berat. Semua terancam puso atau gagal panen karena sudah terendam lebih dari 10 hari,” ungkapnya.

Kubin mengaku telah melaporkan data, informasi dan perencanaan tindak lanjut langkah-langkah penanganan usaha tani pasca banjir ke Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar dan Kementerian Pertanian.

“Kita juga telah meminta para PPL untuk mendata lahan sawah dan ladang yang terdampak banjir dan segera melaporkan ke kabupaten. Kemudian meminta PPL menyusun jadwal tanam kembali dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca curah hujan ke depan,” ujarnya.

Upaya lain yang dilakukan, saat ini pihaknya juga tengah merancang program pendampingan dan bantuan saprodi bagi petani terdampak. Selain itu, melakukan penyuluhan kepada petani terkait risiko banjir ataupun kekering. Dengan harapan kondisi ini dapat dihadapi secara arif dan segera bertanam kembali setelah banjir surut.

“Pemkab Sanggau sangat peduli, membantu dan responsif terhadap kondisi banjir yang melanda lahan pertanian, sehingga kita mengambil langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan para petani dan usaha taninya. Ke depan, kita menganjurkan para petani untuk mengikuti program asuransi perlindungan usaha tani guna mengurangi risiko kerugian usaha tani atau gagal panen,” bebernya. (Ram)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

APBD Sangau 2024 Mulai Dibahas, Target Rp.1,730 Triliun

  KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sanggau tahun anggaran 2024 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *