Minggu , 24 Januari 2021
Home / NASIONAL / 100 Kapal, 12 Helikopter dan 2.123 Orang Terlibat Pencarian Sriwijaya Air

100 Kapal, 12 Helikopter dan 2.123 Orang Terlibat Pencarian Sriwijaya Air

Pencarian Korban Sriwijaya Air dari Udara. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

 

JAKARTA – Direktur Operasional Basarnas Brigjen (Mars) Rasman, mengungkapkan ada 100 kapal yang diterjunkan untuk mencari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu. Jumlah 100 tersebut merupakan kapal besar dan kecil.

“Dalam rangka misi kemanusiaan ini, itu terdapat 50 kapal. Jadi jumlah yang cukup besar sebenarnya. Ada 50 kapal dan skala kecil jumlah keseluruhannya 100. Sebagian besar masih berada di lokasi pencarian dan pertolongan. Itu alur laut,” katanya di JICT, Jakata Utara, Minggu (10/1).

Kemudian, lanjut dia, dari alur udara pihaknya menerbangkan 12 helikopter. Dari TNI AU, Polairud, Basarnas, dan dari perusahaan yg memiliki sarana udara khususnya helikopter.

Selanjutnya, dari jalur darat, ada delapan ambulans yang disediakan. Ada dari Dinas Kesehatan, Polri, TNI, dan Basarnas.

Kemudian, jumlah yang mendaftarkan diri dalam misi kemanusiaan ini sebanyak 2.123 orang Relawan tersebut meliputi awak kapal, pesawat, penyelam dan lainnya.

“Itu jumlah yang terlibat dalam pencarian hari ini. Itu jumlah yang cukup besar, sehingga pelaksanaan hari ini, ini yang bisa dilihat hasilnya,” ucapnya.

Rasman menambahkan, operasi hari ini terbagi dalam empat sektor. Masing-masing sektor dibagi dari kapal yang mendaftarkan diri atau ikut terlibat untuk di organisir.

“Di mana dalam satu sektor kurang lebih arealnya 2 sampai 3 mil. Itu kurang lebih sangat efektif untuk mendapatkan hasil seperti yang dilihat bersama,” kata dia.

Untuk operasi besok, lanjut Rasman, prinsipnya tetap berkolaborasi bersama. Terlebih, penyelam dan kapal pencari sudah menemukan lokasi jatuhnya burung besi tersebut.

“Tinggal fokus seperti disampaikan bapak menteri, tinggal menemukan kotak hitam. Namun demikian, kami akan melakukan tugas apa pun yang bisa kami ambil sebagai barbuk, tetap dilaksanakan,” pungkas Rasman.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 Wib dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 Wib. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 Wib. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

(merdeka.com)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Beberkan Kondisi Jalan Kedukul-Balai Sebut, Kepala BMSDA Sanggau: Yang Bagus Sampaikan Bagus, Yang Jelek Kami Juga Tak Menutup Diri

  SANGGAU. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kabupaten Sanggau, John Hendri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *