Minggu , 24 Januari 2021
Home / HEADLINE NEWS / Viral Hayya ‘alal Jihad dalam Azan, Suib: Masyarakat Jangan Terprovokasi

Viral Hayya ‘alal Jihad dalam Azan, Suib: Masyarakat Jangan Terprovokasi

viral Azan Hayya Alal Jihad (twitter)/suara.com

 

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Belakangan hari terakhir, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan video modifikasi azan; dengan menambah kalimat hayya ‘alal jihad atau seruan untuk berjihad. Dari yang nampak serius, sampai seperti parodi karena pengumandangnya memanggul pedang mirip Zulfikar.

“Modifikasi (azan) yang tidak seperti umumnya oleh beberapa kelompok tersebut, itu mungkin versi mereka, ya saya kira sah-sah saja. Tetapi saya harap masyarakat tidak terprovokasi,” kata Suib, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kalbar, Rabu (02/12/2020).

Anggota DPRD Provinsi Kalbar ini berharap demikian, lantaran jihad jangan diartikan semata-mata berperang menggunakan senjata. Melawan hawa nafsu pun disebut jihad.

Suib tidak memungkiri, kesalahan memahami secara umum dalam memaknai jihad, menjadikan hayya ‘alal jihad itu sesuatu yang menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyakat.

“Makanya saya mengimbau, terutama tokoh-tokoh masyarakat untuk sama-sama berperan serta menenangkan situasi ini, tidak terprovokasi,” tegas Suib.

Suib

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalbar bidang ekonomi ini mengingatkan, situasi bangsa Indonesia, khususnya Kalbar saat ini dalam kesulitan. “Perekonomian kita hari ini pada situasi anjlok,” ucap Suib.

Ditambah lagi, lanjut Suib, belum adanya kepastian untuk mendongkrak perekonomian pada 2021. “Kalau nanti situasi tidak kondusif (hanya gara-gara hayya alal jihad-red), akan berakibat pada penurunan ekonomi secara drastis, secara nasional,” ujarnya.

Menurut Suib, untuk menghadapi anjloknya perekonomian akibat pandemi global Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), bangsa ini membutuhkan situasi yang tenang atau kondusif.

“Paling penting hari ini adalah kita sebagai tokoh masyarakat, bagaimana bahu membahu untuk membantu pemerintah dalam mengisi pembangunan. Sehingga dampak peningkatan perekonomian bisa dirasakan masyarakat luas. Dan ini juga bernilai ibadah,” papar Suib.

Ibadah itu kan, lanjut Legislator Hanura ini, bukan hanya fokus pada Salat, Zakat, Puasa dan sebagainya. “Membantu negara untuk meningkatkan ekonomi masyarakat juga bernilai ibadah,” jelas Suib.

Legislator Kalbar Daerah Pemilihan (Dapil) Kubu Raya-Mempawah ini berharap, seruan jihad yang kontroversial dan sekarang sedang viral itu, hendaknya tidak dikembangkan lagi. “Karena itu cukup meresahkan kita semua,” sesal Suib.

Ketika semuanya resah, ingat Suib, konsentrasi untuk bangsa ini akan terpecah, tidak fokus. “Ketika tidak fokus, maka hasilnya juga tidak bisa maksimal. Kita tidak menginginkan hal itu,” tuturnya.

Suib pun mengajak semua komponen bangsa untuk membangun bangsa Indonesia sesuai perannya masing-masing di masyarakat.

“Yok kita sama-sama membangun bangsa ini, apapun peran kita, baik sebagai tokoh masyarakat, ekonom, mahasiswa, pelajar, DPRD, pejabat, dan sebagainya,” ajak Suib.

Masing-masing komponen tentunya mempunyai fungsi yang berbeda-beda. “Kalau kita sama-sama bergerak membangun bangsa ini sesuai bidang atau sektor yang kita pahami dan kuasai, niscaya bangsa ini pasti akan terbangun ke depannya. Ekonomi masyarakat kita akan lebih terjamin,” tutup Suib.(dik)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Miliki Perpustakaan Berisi 14 Ribu Judul Buku, Minat Baca di Sanggau Diakui Masih Minim

    SANGGAU. Setelah sempat tertunda, akhirnya gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Sanggau diresmikan penggunaanya oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *