Selasa , 24 November 2020
Home / NEWS / Kota Pontianak Keluar dari Zona Merah

Kota Pontianak Keluar dari Zona Merah

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono

 

PONTIANAK  – Meskipun Kota Pontianak sudah keluar dari zona merah dan saat ini terkategori zona oranye, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19. “Zona itu sifatnya dinamis, hari ini bisa oranye tetapi tidak menutup kemungkinan sewaktu-waktu kembali lagi ke zona merah, kemudian keluar lagi dan seterusnya,” ujarnya, Senin (16/11).

Ia menekankan terpenting adalah bagaimana fakta di lapangan terkait dengan kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan. “Kuncinya adalah masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan agar tidak mudah tertular,” ungkapnya.

Edi berharap masyarakat harus bisa menjaga kesehatan masing-masing dengan tetap mengenakan masker meskipun ada ketidaknyamanan saat memakainya. Membiasakan diri mengenakan masker menjadi satu diantara upaya mencegah tertularnya Covid-19. Demikian pula saat berada di warung kopi atau rumah makan maupun restoran, kenakan masker setelah minum atau makan. “Kalau lagi makan mestinya tidak boleh sambil ngomong, tapi terkadang saat makan sambil ngobrol sehingga droplet kemana-mana, kuncinya pada masker karena virus masuk dan keluar dari mulut serta hidung,” terangnya.

Untuk pembatasan aktivitas pada malam hari, pihaknya terus menggelar penertiban untuk mengingatkan warga dalam penerapan protokol kesehatan. Hal ini terbukti dari hasil razia, tidak sedikit anak-anak dan remaja yang terpapar Covid-19. Mereka umumnya tidak menyadari telah terpapar, dan dikuatirkan ketika pulang ke rumah bisa menularkan kepada orang tua dan keluarganya. “Oleh sebab itu kita lakukan pembatasan aktivitas malam hari, sangat efektif untuk masyarakat bisa menahan diri,” tukasnya. ( prokopim )

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Natal Bersama Pemkab Landak 2020 Ditiadakan

  LANDAK – Mempertimbangkan situasi Pandemi COVID-19 yang masih mengancam Indonesia termasuk di Kabupaten Landak, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *