Rabu , 1 Februari 2023
Home / NEWS / Ini Idaman Nenek Datuk Desa Serumpun Buluh…

Ini Idaman Nenek Datuk Desa Serumpun Buluh…

Jalan Poros Desa/Ilustrasi

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Siapa sangka. Peningkatan jalan poros desa sudah sejak zaman nenek datuk diidam-idamkan warga di Desa Serumpun Buluh, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

“Sudah menjadi cita-cita dari zaman nenek datuk yang sampai sekarang belum terealisasi,” ungkap Saniman, salah seorang warga Desa Serumpun Buluh.

Fakta mengejutkan itu disampaikan Saniman kepada Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Tony Kurniadi yang sedang tidak bersidang (reses) di Desa Serumpun Buluh, baru-baru ini.

Harapan agar pemerintah dapat meningkatkan jalan poros desa itu juga disampaikan Kepala Desa (Kades) Serumpun Buluh, Zawadi.

“Sampai sekarang masyarakat kita sangat mengharapkan peningkatan jalan poros desa. Mudahan-mudahan Pak Tony dapat memperjuangkannya,” harap Zawadi.

Selain peningkatan jalan poros desa untuk mempermudah mobilitas orang dan barang, warga Desa Serumpun Buluh juga berharap pemerintah meningkatkan Jalan Usaha Tani.

Pembangunan infrastruktur utama untuk mengangkut atau mendistribusikan hasil-hasil pertanian itu disampaikan warga Desa Serumpun Buluh lainnya, Iskandar.

Sementara warga lainnya, Nurdin berharap Legislator Kalbar Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Sambas, Tony Kurniadi dapat memperjuangkan penambahan tiang listrik di Desa Serumpun Buluh.

Nurdin mengungkapkan, hingga kini masih banyak warga Desa Serumpun Buluh yang belum dapat menikmati listrik dengan memadai, karena alirannya tidak sampai ke rumah mereka.

Menanggapi berbagai aspirasi warga Desa Serumpun Buluh tersebut, Politisi PAN, Tony Kurniadi memastikan, kebutuhan masyarakat tersebut ditampung dan akan diperjuangkan sesuai kapasitasnya, supaya segera terealisasi.

“Aspirasi masyarakat saat reses kemarin, tentunya sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita sebagai legislator untuk memperjuangkannya,” ucap Tony kepada wartawan, kemarin.

Namun, ingat Tony, aspirasi masyarakat kepada pemerintah itu sangat banyak. Sehingga untuk realisasinya dibutuhkan berbagai pertimbangan, salah satunya kemampuan keuangan daerah.

Tony berharap, masyarakat bersabar dan tidak bosan-bosan menyampaikan aspirasinya, demi pembangunan Kalbar yang lebih baik ke depannya.

“Bagaimanapun juga, aspirasi ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah,” pungkas Tony.(dik)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Data Kemenkes dan Dinkes Berbeda Soal Persentase Stunting, Wabup Ontot: Jangan Buat Kita Ini Kocar-Kacir

  KALIMANTAN TODAY, SANGGAU. Data jumlah persentase stunting di Kabupaten Sanggau rupanya tidak tunggal. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *