Rabu , 21 Oktober 2020
Home / HEADLINE NEWS / Massa Anti Omnibus Law “Geruduk” Dewan Lagi, Amin: Jangan Anarkis

Massa Anti Omnibus Law “Geruduk” Dewan Lagi, Amin: Jangan Anarkis

Kerusakan pascademonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di DPRD Provinsi Kalbar, Kamis lalu.

 

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Pascaaksi berbagai elemen mahasiswa dan buruh yang berakhir ricuh di DPRD Provinsi Kalbar, Kamis (08/10/2020) lalu, giliran Aliansi Pekerja/Buruh yang akan berunjukrasa menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, Selasa (13/10/2020).

“Kita menerima informasi akan ada aksi unjukrasa berikutnya, tidak masalah, kita terima dan sediakan tempat. Tetapi jangan anarkis lagi,” harap Sy Amin Muhammad Assegaf, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/10/2020).

Amin berharap demikian, lantaran baik secara pribadi maupun Pimpinan DPRD Provinsi Kalbar, sangat kecewa dengan ulah para demonstran yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu.

“Selama enam tahun saya berkarir di DPRD Provinsi Kalbar, demo-demo mahasiswa atau masyarakat itu sangat tertib. Kita siap berdialog untuk mendengarkan tujuan mereka. Selama ini mereka mau seperti itu,” kata Amin.

Olehkarenanya, ketika berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat mendatangi Gedung DPRD Provinsi Kalbar kemarin, Amin langsung meresponnya. “Saya datang untuk menerima mereka. Ini sebagai bentuk menghormati dan menghargai mereka,” ucapnya.

Harapannya para demonstran tersebut dapat berbicara di Rumah Rakyat dengan wakil-wakilnya di DPRD Provinsi Kalbar. “Kami siapkan tempat untuk perwakilan mereka, tetapi mereka (demonstran-red) tidak mau,” sesal Amin.

Kemudian para demonstran meminta Anggota DPRD Provinsi Kalbar duduk di lantai bersama mereka. Begitu diikuti malah disuruh turun. “Pas saya turun, saya dilempari pakai botol air mineral, kopiah saya sampai jatuh. Ini yang membuat saya kecewa,” cerita Amin.

Sikap arogan seperti itu sangat Amin sayangkan, karena dilakukan anak-anak generasi penerus bangsa ini. “Itu kan tidak baik. Bukankah lebih baik disampaikan secara baik-baik. Aspirasinya akan kami sampaikan ke Pusat, karena kewenangan UU Cipta Kerja itu bukan di provinsi. Bukan kewenangan kami menerima atau menolaknya,” jelasnya.

Tidak cukup sampai di situ, dalam orasinya, para demonstran juga kerap melontarkan kalimat-kalimat tidak pantas dan menjelek-jelekkan para Wakil Rakyat. Parahnya lagi merusak beberapa fasilitas di DPRD Provinsi Kalbar.

“Bagi kami kalau gedung ini dirusak memang masalah, kami juga kecewa. Tetapi tahun depan bisa dianggarkan lagi untuk memperbaikinya. Padahal sebenarnya anggaran itu bisa untuk pembangunan masyarakat. Ini kan jadi kita semua yang rugi,” papar Amin.

Legislator Partai NasDem ini berharap, mahasiswa juga melek politik. Jangan sampai aksinya karena kepentingan politik kelompok tertentu atau karena menerima informasi yang tidak benar atau hoaks terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja tersebut.

Hal serupa juga diharapkan kepada demonstran lainnya yang ingin menyalurkan aspirasinya di Gedung DPRD Provinsi Kalbar. “Silakan perjuangkan kepentingan masyarakat atau buruh, bukan organisasinya, ini perlu menjadi catatan,” pungkas Amin.

Sebagai informasi, Aliansi Pekerja/Buruh Provinsi Kalbar yang akan berunjukrasa besok diperkirakan sekitar 700 orang. Aparat keamanan pun telah siap siaga untuk mengamankannya sejak sore tadi. (dik)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Sampaikan KUA-PPAS APBD 2021, Pemda Fokus Penguatan Ekonomi

  SANGGAU – Bupati Sanggau Paolus Hadi menyampaikan nota pengantar Kebijakan Umum APBD dan Prioritas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *