Rabu , 5 Agustus 2020
Home / HEADLINE NEWS / Pembelajaran Tatap Muka 1 Agustus Belum Bisa Dilaksanakan di Sanggau, Paolus Hadi: Saya Sudah Lapor Pak Gubernur

Pembelajaran Tatap Muka 1 Agustus Belum Bisa Dilaksanakan di Sanggau, Paolus Hadi: Saya Sudah Lapor Pak Gubernur

Foto—Bupati Sanggau, Paolus Hadi/dok

 

KALIMANTAN TODAY, SANGGAU – Bupati Sanggau, Paolus Hadi memastikan semua jenjang satuan pendidikan mulai dari SMK/SMA hingga TK/PAUD di Kabupaten Sanggau belum bisa menggelar pembelajaran tatap muka per 1 Agustus 2020.

“Kita tidak bisa memutuskan sendiri walaupun kewenangan ada. Kita patuh dengan SKB 4 menteri, yang mengatur sekolah bagaimana tatap muka. Juga SE Gubernur Kalbar yang melihat secara utuh Kalimantan Barat,” kata Paolus Hadi kepada wartawan usai penyerahan secara simbolis hewan kurban Idul Adha di Kantor Bupati Sanggau, Rabu (29/7/2020).

Kabupaten Sanggau, kata PH, sapaan Paolus Hadi, saat ini masuk kategori zona kuning atau risiko rendah, meski nol kasus Covid-19. Hanya saja, banyak kriteria yang menjadi penentu kriteria zona.

Mengacu SKM 4 menteri, satuan pendidikan yang berada di zona kuning, oranye dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka. Tetap melanjutkan kegiatan belajar dari rumah (BDR).

“Saya sudah berkoordinasi dan lapor ke pak Gubernur, bahwa Sanggau saya minta belum melaksanakan pembelajaran tatap muka, baik jenjang SMA/SMK hingga PAUD. Jadi 1 Agustus 2020, Sanggau belum (melaksanakan pembelajaran tatap muka),” ungkapnya.

Kemudian, Bupati melanjutkan, menindaklanjuti SKB 4 menteri tersebut, Gubenur Kalbar juga sudah mengeluarkan SE tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatanan Normal Baru Pada Satuan Pendidikan Terkait Masa Pandemi Covid-19.

Dalam SE tersebut, dibeberkan PH, banyak persyaratan yang harus dipenuhi terkait penerapan protokol kesehatan secata ketat dan termonitor. Salah satunya melakukan pemeriksaan PCR-Swab bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang dilakukan Dinas Kesehatan.

“Kita sudah mulai mempersiapkan apabila kita memang siap pembelajaran tatap muka. Terpenting salah satu kriterianya adalah bagaimana memastikan para guru tidak terkonfirmasi positif, begitu juga peserta didiknya. Untuk itu, caranya harus dilakukan pemeriksaan swab,” terangnya. (ram)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Gubernur Midji Optimis APBD 2021 Rp6,8 T

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Dengan harapan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tidak separah tahun ini, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *