Senin , 13 Juli 2020
Home / HEADLINE NEWS / Karolin: Kami Bukan PKI, Kami PDI Perjuangan

Karolin: Kami Bukan PKI, Kami PDI Perjuangan

Karolin Margret Natasa

 

KALIMANTAN TODAY, KUBU RAYA–PDI Perjuangan geram dituding sebagai biang kerok atas polemik Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan dikait-kaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Kami bukan PKI, tetapi kami PDI Perjuangan,” tegas Karolin Margret Natasa, Sekretaris DPD PDI Perjuangan, ditemui usai memimpin Apel Siaga di halaman Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kalbar, di Jalan Arteri Supadio Kubu Raya, Jumat (26/06/2020).

Karolin dengan tegas membantah kalau partai tempatnya bernaung disebut menganut paham yang sama dengan PKI. “Itu pernyataan tidak berdasar,” katanya.

PDI Perjuangan, lanjut Bupati Landak ini, merupakan partai yang jelas-jelas menganut ideologi Pancasila. “Dalam AD/ART, dalam gerak langkah kepartaian, kami menjunjung tinggi Pancasila,” ucap Karolin.

Kader PDI Perjuangan jelas betihan sesuai dengan dasar negara dan Undang-Undang. Sehingga setiap acara selalu dimulai dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Setiap kader kami, silakan dicek KTP-nya, pasti ada agamanya. Jadi kangan sembarangan menuduh kami PKI. Apa buktinya, apa dasarnya,” tantang Karolin.

Menurut Karolin, tuduhan terhadap PDI Perjuangan itu sangat tidak relevan, apalagi hanya karena menyetujui RUU HIP. “Itu stigma yang ditempelkan orang-orang yang ingin menggembosi PDI Perjuangan,” katanya.

Mantan Legislator Senayan ini mengungkapkan, PDI Perjuangan bukan satu-satunya partai di DPR-RI yang menyetujui RUU HIP untuk dibahas lebih lanjut.

“Dalam catatan rapat, jelas bahwa PDI Perjuangan bukanlah satu-satunya yang menyetujui RUU itu. Ada fraksi-fraksi lain yang menyetujui. Bahkan, teman-teman PKS juga setuju. Bukan cuma kami, tetapi kenapa cuma bendera kami yang dibakar,” sesal Karolin.

Ia memang menyesalkan pembakaran bendera PDI Perjuangan saat Aksi Tolak RUU di depan Gedung DPR-RI beberapa waktu lalu. Namun meminta kader banteng moncong putih di Kalbar tidak bereaksi secara berlebihan atas tindakan tidak terpuji tersebut.

“PDI Perjuangan memandang keributan yang timbul saat insiden kemarin itu diluar cita-cita Pancasila. Jika ada perbedaan pendapat, PDI Perjuangan sangat terbuka untuk melakukan dialog. Silakan disampaikan kepada wakil-wakil rakyat di DPR, bagian mana yang tidak disetujui. Maunya seperti apa,” pungkas Karolin.(dik)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Jembatan Darurat antar Dusun di Desa Nekat Dibangun

  KALIMANTAN TODAY, SANGGAU – Putusnya jembatan yang menghubungkan antara Dusun Gramajaya dengan Dusun Punti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *