Senin , 13 Juli 2020
Home / NEWS / 2.519 Calon Haji Kalbar Batal Berangkat, Prabasa: Segera Disosialisasikan!

2.519 Calon Haji Kalbar Batal Berangkat, Prabasa: Segera Disosialisasikan!

Foto: Prabasa Anantatur

 

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK–Pemerintah Indonesia melalui Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan Jemaah Haji 1441 Hijriyah. Otomatis 2.519 Calon Haji (Calhaj) asal Kalbar batal ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi tahun ini.

“Kita prihatin atas hal ini, tetapi kita memang tetap harus mematuhinya, karena ini berkaitan dengan sikap Pemerintah Arab Saudi di saat pandemi global Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) ini,” kata Prabasa Anantatur, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (02/06/2020).

Pengumuman pembatalan atau penundaan keberangkat Calhaj Indonesia 2020 ini disampaikan Menag Fachrul Razi melalui Video Conference di Jakarta, hari ini. Alasannya, karena Pemerintah Arab Saudi menutup akses bagi negara manapun untuk ke Mekkah.

Menurut Prabasa, pembatalan atau penundaan keberangkatan Haji tahun ini, tidak menutup kemungkinan menimbulkan kekecewaan yang cukup mendalam, bukan hanya jemaah yang akan berangkat, tetapi juga keluarganya.

Namun Legislator Partai Golkar ini berharap, penundaan ini diterima dengan lapang dada oleh semua pihak sebagai kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Terpenting sekarang, baik Pemerintah Provinsi Kalbar maupun kabupaten/kota, Kementerian Agama di daerah, serta tokoh masyarakat diharapkan bersama-sama mensosialisasikan pembatalan ini kepada Calhaj dan keluarganya,” ujar Prabasa.

Sosialisasi ini, lanjut Prabasa, sangat penting disegerakan, misalnya dengan mengumpulkan Calhaj atau dengan menyuratinya secara orang perorang, untuk menyampaikan bahwa keberangkatan Haji tahun ini ditunda karena pandemi global Covid-19.

Legislator Kalbar Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Sambas ini mengungkapkan, belum tentu semua Calhaj–terutama di daerah–menonton televisi yang menayangkan pengumuman pembatalan keberangkatan Haji.

“Tentunya banyak dari mereka yang tidak mengetahuinya. Kalau pun tahu, paling hanya mendapat informasi yang justru membuat mereka ragu, apa benar batal atau tidak,” ucap Prabasa.

Contohnya saja, lanjut Prabasa, barusan dua warga Sambas menanyakan secara pribadi, apakah benar informasi pembatalan tersebut. “Ini lebih karena ketidaktahuannya, karena beliau selama ini jarang menonton televisi, hanya fokus menabung untuk ke tanah suci,” ujarnya.

Olehkarenanya, tegas prabasa, untuk memberikan kepastian informasi ini, pihak terkait yang berwenang harus segera menyampaikannya secara langsung kepada Calhaj yang dijadwalkan berangkat ke Mekkah tahun ini.(dik)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Nihil Kasus Baru Positif Covid-19, Edi Minta Warga Pontianak Tetap Waspada

  KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Meskipun pasien positif Covid-19 di Kota Pontianak saat ini nihil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *