Minggu , 7 Juni 2020
Home / EKONOMI / Pedasnya Biji Cabai Tak Sepedas Biji Mata Petani

Pedasnya Biji Cabai Tak Sepedas Biji Mata Petani

Effendie AR
Effendie AR

 

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK–Tahun lalu, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalbar dan Generasi Penggerak Pertanian (Gegertani) Kabupaten Sambas sibuk membina para petani millenial untuk menanam cabai. Hasilnya sangat menggembirakan, sampai-sampai Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili turut memanennya.

saat ini mereka sedang panen. Tetapi ada cabai yang dimasukkan dari luar

Sejak saat itu, petani terutama dari kalangan millenial di Kabupaten Samba nampak begitu antusias menanam cabai. Namun kini mereka merasa pedasnya biji cabai yang mereka hasilkan, tidak sepedas mata mereka yang terpaksa harus menangis.

“Saat ini mereka sedang panen. Tetapi ada cabai yang dimasukkan dari luar,” kata Effendie AR, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalbar, kepada wartawan, Selasa (19/05/2020).

Para petani, terutama di Kabupaten Sambas mengeluhkan langkah Perusda dan Badan Ketahan Pangan yang memasok sekitar 10 ton cabai ke Kalbar. “Ini sangat menyulitkan petani yang sedang panen,” sesal Affandi.

Besarnya tingkat kebutuhan dan harga beli yang lebih rendah sangat dimungkinkan menjadi alasan Perusda dan Badan Ketahanan Pangan untuk memasok cabai ke Kalbar.

“Cabai yang didatangkan itu harga belinya Rp20 Ribu, bisa dijual sekitar Rp25 Ribu sampai Rp30 Ribu, karena transportasinya disubsidi Pemprov. Itu artinya petani kita harga jualnya maksimal Rp15 Ribu, karena kalau di pasarannya nanti jatuhnya Rp30 Ribu per Kilogram. Jadi tetap akan merugikan petani,” papar Affandie.

Ia menegaskan, langkah pemerintah memasok cabai dari luar, jelas merugikan para petani lokal yang semestinya mendapat pembinaan dari Pemprov Kalbar.(dik)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Angeline Fremalco Ketua Panitia Bulan Bung Karno 2020

  KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK–Ketua Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Kalbar yang juga Ketua Komisi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *