Jumat , 5 Juni 2020
Home / HEADLINE NEWS / Warga Pontianak Temukan Obat Covid-19, Amin: Gugus Tugas Harus Cepat Menelusurinya

Warga Pontianak Temukan Obat Covid-19, Amin: Gugus Tugas Harus Cepat Menelusurinya

Sy Amin Muhammad Assegaf

 

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK–Mantan apoteker asal Kota Pontianak, Fahrul Lutfi mengklaim, temuannya 10 tahun lalu, Formav-D teruji efektif mengobati Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar harus cepat tanggap terhadap temuan ini.

“Saya minta Gugus Tugas Penanganan Covid-19 segera menelusuri kebenaran temuan tersebut,” kata Sy Amin Muhammad Assegaf, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, kepada kalimantantoday.com, Minggu (05/04/2020).

Legislator Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini berharap Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melakuan pengujian terhadap Formav-D yang ditemukan Fahrul Lutfi tersebut.

“Temuan ini tentunya kabar baik bagi kita semua. Apabila terbukti benar, Formav-D itu hendaknya diproduksi massal untuk mengobati warga yang terinfeksi Covid-19,” harap Amin.

Ia berharap Gugus Tugas segera mengajukan anggaran untuk memproduksi massal Formav-D itu untuk mengatasi Covid-19 di Kalbar khususnya dan Indonesia umumnya. “Kami di dewan tetap akan mendukungnya,” ucap Amin.

Seperti diketahui, Fahrul Lutfi menemukan Formav-D pada 10 tahun lalu untuk menyembuhkan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun ia yakin obat tersebut juga bisa digunakan untuk mengobati Covid-19.

Keyakinannya ini cukup beralasan, karena setelah mengonsumsi Formav-D, ia sembuh dari gejala infeksi Covid-19 yang didapatnya ketika ke Bali pada 27 Februari 2020.

Seperti diceritakannya kepada sejumlah wartawan, satu hari sepulang dari Bali, Lutfi demam dan batuk-batuk serta mengeluarkan dahak hitam pekat, padahal biasanya berwarna putih, kuning atau hijau.

Dengan gejala yang tidak biasa itu, Lutfi pun berasumsi kalau dirinya sudah terinfeksi Covid-19, apalagi ketika di Bali banyak berinteraksi dengan orang asing.

Ia pun segera mengonsumsi Formav-D, obat temuannya itu. Alhasil, kondisi tubuhnya berangsur sembuh. Hal serupa juga dialami asisten pribadinya yang juga ikut ke Bali.

Beberapa hari lalu, 5 warga yang berinteraksi dengan pasien positif Covid-19 di Pontianak juga diminta mengonsumsi Formav-D. Hasilnya, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dinyatakan negatif.

Atas beberapa contoh kasus itulah, Lutfi meyakini kalau temuannya 10 tahun lalu itu juga bisa digunakan untuk mengobati Covid-19.

Ia menjelaskan, Covid-19 merupakan virus yang memiliki dinding sel protein. Untuk menghadapinya, diperlukan obat yang dapat menghancurkan dinding sel tersebut. Hal itu dapat dilakukan Formav-D yang pada dasarnya memiliki kandungan enzim.

“Seperti virus DBD, HIV atau virus apapun baik yang menyerang kulit, pencernaan, sistem kekebalan tubuh dan yang terbaru ini Covid-19 ini. Sudah saya buktikan ternyata efektif,” tegas seperti dilansir salah satu media di Kalbar.(dik)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Tak Masuk New Normal, Acam Minta Warga Sanggau Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

  KALIMANTAN TODAY, SANGGAU – Kabupaten Sanggau tak termasuk dari 102 daerah yang akan diterapkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *