Jumat , 27 November 2020
Home / BREAKING NEWS / Pulang dari Negara Tejangkit Corona, Lima Warga Sanggau Terus Dipantau

Pulang dari Negara Tejangkit Corona, Lima Warga Sanggau Terus Dipantau

Masyarakat Lawan Hoax Virus Corona Sampai Jadi Trending (Astroboys2019 via Bored Panda)
Virus Corona  (Astroboys2019 via Bored Panda)

 

KALIMANTAN TODAY, SANGGAU – Lima warga Kabupaten Sanggau hingga saat ini terus dipantau selama 24 jam lantaran baru pulang dari negara yang sudah terpapar virus Corona. Lima orang itu terdiri dari tiga orang di daerah Sosok. Dua orang lagi di Kota Sanggau yang salah satunya adalah pejabat Pemkab.

Foto---Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Jones Siagian
Jones Siagian

 

“Yang di Sosok ini mereka melakukan perjalanan ke Jepang. Kalau tidak salah saya tanggal 22 Februari, tanggal 29 pulang ke Indonesia. Kalau yang di kota Sanggau ini berangkat sekitar tanggal 22 juga ke Korea Selatan, kembalinya tanggal 1 Maret,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Rabu (4/3/2020).

Jones mengaku mendapat informasi terkait lima orang itu dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar yang memeroleh dari bandara. Mendapat informasi itu, Jones kemudian memerintahkan pertugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.

“Walapun kita dapat informasi dari Pontianak, bahwa kelima orang ini dalam kondisi sehat. Tapi kita tidak tahu, kerena kelima warga kita ini berasal dari negara terjangkit, siapa tahu ini sudah ada virus di dalam tubuhnya, kita memastikan selama inkubasi ini harus terpantau. Hasil pemeriksaan kita sampai saat ini kelima warga ini masih sehat. Tidak ada menunjukkan gejala-gejala gangguan pernafasan,” ungkapnya.

Karena mereka pulang dari negara terjangkit, maka SOP yang berlaku adalah masuk dalam pemantauan. Jika nanti muncul gejalan gangguan pernafasan, maka masuk status pasien dalam pengawasan.

“Ini harus diisolasi ke rumah sakit. Pemantauan dilakukan selama 14 hari. Karena itu masa inkubasinya virus. Jadi sejak virus itu masuk ke tubuh kita, paling lama 14 hari itu akan menimbulkan gejala. Ini tergantung daya tahan tubuh yang bersangkutan. Kalau kuat, tidak akan muncul gejala itu. 14 hari itu dihitung sejak dia meninggalkan negara yang bersangkutan,” pungkas Jones. (Ram)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Pengguna dan Penyedia Jasa Konstruksi, ikuti Bimtek Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi

  LANDAK – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR PERA) Kabupaten Landak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *