Rabu , 15 Juli 2020
Home / NEWS / Hampir Separuh Dusun di Sanggau Belum Terjangkau Sinyal, Segini Jumlahnya

Hampir Separuh Dusun di Sanggau Belum Terjangkau Sinyal, Segini Jumlahnya

Ilustrasi/net
Ilustrasi/net

KALIMANTAN TODAY, SANGGAU. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sanggau, Yulia Theresia mengatakan, masih cukup banyak wilayah di Kabupaten Sanggau Belum terjangkau sinyal telekomunikasi.

“Terdapat 865 dusun di Kabupaten Sanggau. Dari jumlah itu, 507 dusun tercover sinyal, sedangkan 358 dusun lainnya belum. Untuk cakupan sinyal di Kabupaten Sanggau sendiri, baru 58,68 persen. Ini data awal tahun 2019,” katanya melalui pesan WhatsApp, Senin (13/1).

Untuk mengatasi wilayah yang belum terjangkau sinyal, Yulia menyebut, pemerintah dan swasta telah membangun Base Transceiver Station (BTS).

“Untuk tahun ini (pembangunan BTS) pemerintah tidak ada. Swasta ada,” ujarnya.

Kembayan termasuk salah satu kecamatan yang wilayahnya masih banyak yang belum terjangkau sinyal. Menurut Camat Kembayan Inosensius Nono, sekitar 20 sampai 30 dusun di Kecamatan Kembayan yang sama sekali belum terjangkau sinyal.

“Selain itu, dari 11 desa yang ada di Kecamatan Kembayan, masih ada beberapa desa yang sinyalnya lemah. Seperti Semayang, Tanjung Bunga dan Mubui. Begitu juga dengan di Tanap dan Tunggal Bhakti,” katanya.

Untuk itu, Nono berharap, kebutuhan masyarakat terkait akses telekomunikasi ini dapat menjadi perhatian pemerintah.

“Harapan masyarakat, kalau bisa pemerintah bekerjasama dengan pihak swasta untuk segera mengevaluasi titik-titik yang memang sinyalnya masih sangat lemah dan membangun BTS di wilayah yang belum terjangkau sinyal. Karena ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Sanggau Leonardo Agustono H Silalahi mengatakan, di wilayah daerah pemilihannya yang meliputi Kecamatan Noyan, Beduai, Sekayam, Kembayan dan Entikong masih banyak yang belum terjangkau sinyal, termasuk internet.

“Palak Pasang dan Suruh Tembawang di Entikong belum bisa internet. Tapi untuk sinyal telekomunikasi sudah bisa, tapi sinyalnya juga masih lemah. Begitu juga di Desa Semanget, juga belum bisa internet. Kalau di Sekayam, Desa Sotok juga belum, malah belum ada sinyal. Noyan juga ada beberapa desa,” ungkap Leo, sapaan Leonardo.

Legislator Partai Demokrat itu berharap, pemerintah bisa hadir memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap telekomunikasi.
“Harapan saya, Diskominfo Sanggau bisa melihat kondisi ini,” tutupnya. (Ram)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Sah! Raperda Pelaksanaan APBD 2019 Kabupaten Landak menjadi Perda

KALIMANTAN TODAY, LANDAK – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *