Kamis , 12 Desember 2019
Home / BENGKAYANG / Siswa SD Amkur Bengkayang Adu Kreatifitas Manfaatkan Barang Bekas Jadi Barang Bernilai

Siswa SD Amkur Bengkayang Adu Kreatifitas Manfaatkan Barang Bekas Jadi Barang Bernilai

8e00260c-76c4-44fa-8817-25d5d257ec5c

 

Kita sekolah mendorong pembelajaran kepada siswa untuk adu kreatif, dengan memanfaatkan barang bekas alias sampah untuk di sulap menjadi barnag yang indah dan bernilai, serta berdaya guna bagi seni

KALIMANTAN TODAY, BENGKAYANG – Sekolah SD Swasta Susteran Amal Kurban atau di singkat Amkur di wilayah Kecamatan Bengkayang Kota memberikan pembelajaran kreatif kepada siswanya dengan memanfaatkan barang bekas menjadi bernilai. Kreatifitas siswa tersebut Mengahasilkan berbagai olahan jenis sisa sampah. Bahkan dikemas lebih menarik dan menjadi hiasan di lingkungan sekolah.

501d3a36-b20c-4ca2-beb7-f20fdb92959e

Kepala Sekolah SD Amkur Bengkayang, Suster Jeanne Marie,Kfs menyatakan, sampah bisa menimbulkan beragam polusi, dan jika itu dibiarkan bisa mengurangi mutu lingkungan dan berdampak pada kesehatan. Masalah lain yang timbul dari sampah adalah menimbulkan bencana banjir. Namun, di SD amkur siswa akan dijabarkan bagaimana cara memanfaatkan bahan bekas dan bisa menghasilkan kreativitas yang unik dan indah.

3b375b6e-0abf-4afc-824c-08344756bcd8

“Kita sekolah mendorong pembelajaran kepada siswa untuk adu kreatif, dengan memanfaatkan barang bekas alias sampah untuk di sulap menjadi barnag yang indah dan bernilai, serta berdaya guna bagi seni,” ujarnya, Senin (2/12).

Suster Jeanne menyatakan, hasil dari kreativitas siswa-siswi nya, barang bekas tersebut dapat menjadi hiasan menarik di sekitar lingkungan sekolah. Tentu, menjadi media bakar dan asah kemampuan anak untuk rajin berpikir dan menuangkan idenya.

BACA: Hutan Adat Bengkayang Juara Nasional Pengelolaan Perhutanan Sosial

BACA: 1 Tahun Kalimantan Today

Barang bekas yang dibuat menjadi hasil kerajin tangan siswa mulai dari koran bekas, karung bekas, bungkus snack, bungkus plastik, kantong kresek bekas, botol minuman , tutup bot dan kayu bekas. Sejumlah sisa sampah ini kemudian diolah menjadi miniatur bernilai seperti pembuatan Kupu-kupu, rumah minimalis, tempat bunga, kursi, pohon natal, tempat tabungan, kapal, hingga tempat tissue.

Suster Jeanne Marie,Kfs menyatakan, upaya yang dilakukan sekolah tidak hanya untuk mengurangi polusi akibat permasalahan sampah seperti yang terjadi di kabupaten Bengkayang saat ini. Tetapi justru dengan sampah dapat meningkatkan daya kreatif siswa.

“Pada tahun 2017 dari hasil kreativitas siswa, SD Amkut mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten dan Provinsi karena menjadi sekolah yang dianggap peduli dan berbudaya lingkungan. Semoga sekolah kita juga dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengembangkan kreativitas siswanya,” tutupnya. (Titi).

Tentang REDAKSI

Cek Juga

Hadapi Pilkada, PSI Siap Bangun Komunikasi Dengan Parpol

KALIMANTAN TODAY, BENGKAYANG – Jelang Pilkada tahun 2020 di kabupaten Bengkayang, Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *