Sabtu , 7 Desember 2019
Home / NEWS / Cegah Kepunahan Bahasa, Balai Bahasa Gelar Sosialisasi Penyuluhan Penggunaan Bahasa

Cegah Kepunahan Bahasa, Balai Bahasa Gelar Sosialisasi Penyuluhan Penggunaan Bahasa

Foto--Suasana penyuluhan penggunaan bahasa Indonesia di media massa, Kamis (21/11)
Foto–Suasana penyuluhan penggunaan bahasa Indonesia di media massa, Kamis (21/11)

 

KALIMANTAN TODAY, SANGGAU – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat menggelar penyuluhan penggunanaan bahasa Indonesia di media massa di Kabupaten Sanggau, Kamis (21/11) pagi.

Acara yang digelar di aula Kantor Bapenda Sanggau itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sanggau, Maskun.

Maskun mengatakakn Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat merupakan lembaga dalam lingkup Kemendikud yang memiliki tugas dan fungsi melakukan penelitian, pengembangan dan pembinaan, serta pelayanan kebahasaan dan kesasteraan.

Satu di antara program pembinaan kebahasaan adalah dengan terus melaksanakan penyuluhan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) sebagaimana diatur dalam Permendikbud nomor 50 tahun 2015 tentang PUEBI.

Pada tahun 2019, lanjut dia, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat mengagendakan kegiatan penyuluhan bahasa di seluruh kabupaten dan kota se-Kalbar.

“Untuk Kabupaten Sanggau dilaksanakan pada tanggal 20 sampai dengan 22 Nopember 2019, bertempat di Aula Bapenda Kabupaten Sanggau,” ujar Maskun.

Adapun agenda atau kompetensi teknis kebahasaan yang dilaksanakan di antaranya penyuluhan bahasa Indonesia bagi badan publik pada tanggal 20 Nopember 2019, yang diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari ASN dari beberapa Perangkat Daerah (PD).

Selanjutnya, penyuluhan bahasa Indonesia bagi media massa, pada 21 November 2019, yang diikuti 30 peserta terdiri dari lembaga swasta, unsur media massa (pers) dan Perangkat Daerah dan terakhir penyuluhan bahasa Indonesia bagi media luar ruang. Sedangkan pada 22 November 2019, yang diikuti 40 peserta terdiri dari guru dan ASN di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau.

Maskun menambahkan, untuk kelancaran kegiatan penyuluhan tersebut, Balai Bahasa Provinsi Kalbar bekerjasama dengan Dinas Dikbud Kabubaten Sanggau.

BACA: “Kalau Cinta Sanggau, Pakailah Batik Sabang Merah”

“Dinas Dikbud Kabupaten Sanggau selaku lembaga yang bertanggung-jawab terhadap pengelolaan pendidikan, tentu sangat menyambut baik dan mendukung kegiatan penyuluhan tersebut. Karena bahasa Indonesia adalah merupakan bahasa negara yang harus terus dijaga dan dikembangkan fungsi dan perannya sesuai dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan serta tuntutan zaman dan kebudayaan di Indonesia, khususnya di Kalbar dan Kabupaten Sanggau,” terangnya.

Dikatakan Maskun, bahasa Indonesia sebagai kekayaan, identitas dan sekaligus perekat bangsa tentu menghadapi banyak tantangan dan pengaruh dalam pengembangannya. Akulturasi budaya dan transformasi masyarakat modern yang semakin tinggi memungkinkan terjadinya kerancuan bahasa bahkan punya potensi untuk punah atau hilang. Agar tidak punah maka salah satu solusinya adalah agar setiap masyarakat Indonesia terus mempelajarinya.

Ada dua narasumber yang menyampaikan materi yakni Harianto dari penyuluh bahasa dari balai bahasa Kalimantan Barat dan Aminulatief, kepala balai bahasa Kalimantan Barat. (Ram)

Tentang REDAKSI

Cek Juga

Subhan Nur

Usut Kasus Gratifikasi BPN Sampai ke Akar-akarnya

  KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK–DPRD Provinsi Kalbar meminta kasus gratifikasi terkait pendaftaran tanah tidak berhenti sampai …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *