Kamis , 21 November 2019
Home / NEWS / Cek Lokasi MTQ, Bupati ke Dinas Cipta Karya: Tahun Depan Kalau Masih Seperti yang Dulu, Selesai Kalian Saya Buat

Cek Lokasi MTQ, Bupati ke Dinas Cipta Karya: Tahun Depan Kalau Masih Seperti yang Dulu, Selesai Kalian Saya Buat

 

Foto---Bupati Paolus Hadi beserta rombongan mengecek lokasi persiapan termasuk tribun MTQ ke-28 tingkat Kabupaten di Kecamatan Bonti, Kamis (7/11)
Foto—Bupati Paolus Hadi beserta rombongan mengecek lokasi persiapan termasuk tribun MTQ ke-28 tingkat Kabupaten di Kecamatan Bonti, Kamis (7/11)

 

Tapi tahun depan saya bilang ke Dinas Cipta Karya, kalau masih seperti yang dulu selesai kalian saya buat

KALIMANTAN TODAY, SANGGAU – Bupati Sanggau, Paolus Hadi beserta rombongan mengecek persiapan lokasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-28 tingkat Kabupaten Sanggau, Kamis (7/11) di Kecamatan Bonti. Bupati juga melihat langsung kondisi tribun yang belum rampung.

Sementara MTQ tingkat Kabupaten Sanggau itu dijadwalkan digelar pada 14 Desember 2019 mendatang.

Usai mengecek, bupati dan rombongan mengahadiri ekspose persiapan tersebut, bersama seluruh Camat dan perwakilan LPTQ dari kecamatan.

Dalam forum tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Sanggau itu menjelaskan soal belum rampungnya tribun tersebut lantaran berkaitan dengan teknis keuangan daerah dan sistem pengadaan barang dan jasa. Namun ia memastikan penyelesaian bangunan tersebut akan dilanjutkan pada 2020.

“Tapi tahun depan saya bilang ke Dinas Cipta Karya, kalau masih seperti yang dulu selesai kalian saya buat. Karena dua kali MTQ, bukan dua kali Bang Toyib, gagal terus tribunnya. Saya bilang dosa apa saya ini,” kesal PH, sapaan akrab Paolus Hadi.

Dua tribun menjadi pekerjaan rumah Dinas Cipta Karya adalah yaitu di Kecamatan Jangkang dan Bonti.

Meski tribun belum rampung, setelah mendengar paparan dari Camat Bonti, Dominikus Heri, ia optimis MTQ tingkat kabupaten tersebut siap digelar. Termasuk persoalan teknis, seperti listrik, air, serta penginapan para kafilah.

“Ndak apa-apa, kita tak menggunakan tribun, tetapi tadi pak camat sudah memastikan seluruh bisa dipasang, tendanya bisa, mimbarnya bisa, tempat acaranya bisa. Desember tetap dengan tanggal yang sama,” ujarnya.

PH juga menilai paparan Camat Bonti cukup lengkap dan jelas. “Mungkin kita nanti melengkapi kekurangan-kekurangannya. Yang pertama, saya menggunakan hak veto, siap tidak siap tetap di lokasi tadi. Ndak usah diskusi lagi. Mau hujan, mau kemarau tetap di situ,” tegas PH disambut tepuk tangan peserta yang hadir.

Di forum itu juga, PH mengatakan bahwa Pemda menggarkan Rp 800 juta untuk penyelenggaraan MTQ tersebut.

“Dan dihibahkan Rp200 juta untuk lahannya. Tribun batal dibangun, jadi uangnya dikembalikan ke kas daerah,” imbuhnya.

PH juga mengapreseasi masyarakat Bonti yang dinilainya cerdas, lantaran tak menggelar MTQ di lapangan sepakbola yang sudah tersedia, dan memilih lokasi baru.

“Karena saya tahu, Bonti cukup cerdas, mengapa tak di lapangan sana (sepakbola). Minta lokasi baru, supaya Bonti juga berkembang. Dan saya lihat lokasi itu bermartabat,” sebutnya.

PH juga mengusulkan agar tema MTQ ke-28 tingkat Kabupaten Sanggau menjadi “Melalui MTQ yang ke-28 Tingkat Kabupaten Sanggau Kita Wujudkan Masyarakat yang Agamis, Harmonis, Menuju Generasi Qurani yang Berakhlak Mulia, dan Berprestasi untuk Kabupaten Sanggau yang Bermartabat”.

Camat Bonti, Dominikus Heri menegaskan pihaknya sudah siap melaksanakan MTQ tingkat Kabupaten Sanggau.

“Kita optimis. Untuk penginapan sudah ada tempat-tempatnya yang kita sediakan untuk para kontingen masing-masing kecamatan. Termasuk lokasi tempat melaksanakan perlombaan-perlombaan,” ujar Heri.

Sementara Kasi Perumahan, Dinas Cipta Karya Kabupaten Sanggau, Mulya, menegaskan pihaknya akan merampungkan pembangunan tribun tersebut. “Kedepan saya yakin sudah ndak seperti dulu,” ujarnya. (Ram)

Tentang REDAKSI

Cek Juga

Ilustrasi/net

Lamar CASN, Jangan Percaya dengan Istilah “Ada Orang Dalam”

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK–Antusias masyarakat untuk melamar untuk menjadi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), seringkali dimanfaatkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *