Minggu , 17 November 2019
Home / NEWS / Gas LPG 3 Kg di Kota Sanggau Langka dan Mahal

Gas LPG 3 Kg di Kota Sanggau Langka dan Mahal

Warga antre mendapatkan gas LPG 3 Kg—dok
Warga antre mendapatkan gas LPG 3 Kg—dok

 

KALIMANTAN TODAY, SANGGAU –  Sejumlah warga Kota Sanggau mengeluh kelangkaan Gas LPG ukuran 3 Kg yang terjadi seminggu terakhir. Bahkan warga mengaku sangat kewalahan untuk mendapatkan gas tersebut. Jika pun ada, harganya jauh lebih mahal ketimbang Harga Eceran Tertinggi (HET) seperti yang telah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan pantauan wartawan di seputaran Kota Sanggau Minggu (29/9) siang, harga gas subsidi tersebut mencapai Rp 25 ribu pertabung. Mahalnya gas tersebut, dikeluhkan Sri, salah satu ibu rumah tangga kepada wartawan.

“Saya sudah ke liling nyari gas. Hampir semua kios saya datangi, tapi kosong, yang jual hanya di toko-toko kelontong, tapi harganya mahal Rp 25 ribu,” kata Sri salah satu ibu rumah tangga kepada wartawan, Minggu (29/9).

Pengakuan yang sama juga disampaikan Agung. Biasanya, ia membeli dengan harga Rp 22 ribu pertabung, tapi saat ini ia terpaksa harus menguras isi kantong lebih dalam karena harga gas melon tersebut mencapai Rp 25 ribu.

“Mau tidak mau saya beli. Mana sekarang ekonomi lagi sulit, ditambah harga-harga mahal,” ujar Agung yang berprofesi serabutan tersebut.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sanggau, Zaenal mengatakan, pekan lalu pihaknya telah memanggil para agen LPG 3 Kg, termasuk pemilik SPBU untuk menyikapi antrean BBM tertentu (solar) sekaligus menyikapi surat edaran Kepala BPH Migas ke PT Pertamina yang tembusannya juga disampaikan ke pada bupati terkait pembatasan pembelian solar di SPBU.

“Jadi, di rapat itu juga dibahas kesiapan penyalur BBM dan agen, pangkalan LPG dalam menghadapi Natal dan tahun baru. Persiapan sudah kita persiapkan jauh-jauh hari,” ujarnya.

Disinggung terkait kelangkaan, dikatakan Zaenal bahwa pasokan dari agen normal, tidak ada pengurangan.

“Kuota untuk 2019 tetap dan tidak berkurang dan perhitungan kami cukup sampai akhir tahun. Untuk hal tersebut (kelangkaan) kita akan cek kembali ke para pemilik pangkalan dan layanan yang diberikan,” pungkasnya.

Pangkalan pun diingatkan untuk tidak menjual habis LPG 3 Kg yang didapat dari agen. Sisakan untuk pelayanan langsung kepada masyarakat pengguna dan usaha mikro di sekitar. Masyarakat yang mampu secara ekonomi dan usaha selain usaha mikro, juga diminta untuk tidak nenggunakan LPG 3 Kg dan segera beralih ke Brightgas 5,5 Kg atau 12 Kg.

“Gas 3 Kg inikan khusus untuk rakyat dengan penghasilan rendah,” tuturnya. (Ram)

Tentang REDAKSI

Cek Juga

Audiens Dialog Kebangsaan di Konferensi dan Teater Untan Pontianak Jumat (15/11/2019)

Bela Negara Bukan Militerisasi

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK–Apabila berbicara tentang bela negara, kesan yang pertama muncul di tengah-tengah masyarakat sudah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *