Rabu , 23 Oktober 2019
Home / NEWS / Puskesmas Gang Sehat Pontianak Siap Menuju Akreditasi Paripurna

Puskesmas Gang Sehat Pontianak Siap Menuju Akreditasi Paripurna

97e986b9-ae57-4068-928a-8cdbe5039635

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Satu diantara dua puskesmas yang ada di Kota Pontianak, Puskesmas Gang Sehat Kelurahan Kotabaru Kecamatan Pontianak Selatan, dalam proses penilaian oleh Tim Surveyor Reakreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Kedatangan Tim Surveyor yang diketuai dr Harrison MKes ke puskemas itu untuk melakukan penilaian reakreditasi tingkat Paripurna. Selain Puskemas Gang Sehat, Puskesmas Kampung Bangka juga dinilai untuk akreditasi tertinggi tersebut.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, sebanyak 23 puskesmas yang ada di Kota Pontianak seluruhnya sudah terakreditasi Madya. Namun belum ada yang menyandang akreditasi Paripurna. Menurutnya, akreditasi ini sebagai indikator bahwa pelayanan puskesmas tersebut sudah sesuai dan memenuhi standar yang disyaratkan dalam Undang-undang. “Sekaligus juga sebagai motivasi bagi para dokter maupun petugas puskesmas untuk senantiasa menjaga akreditasi yang sudah disandang oleh puskesmas itu,” ujarnya usai menghadiri penerimaan kunjungan Tim Surveyor Reakreditasi di Puskesmas Gang Sehat, Rabu (25/9).

Edi menilai, sarana dan prasarana, ruangan, pelayanan dan kebersihan di Puskesmas Gang Sehat itu sudah luar biasa. Termasuk kemudahan pelayanan bagi pasien dengan sistem antrian, perlengkapan peralatan serta 20 item inovasi dari puskesmas itu. “Harapan kita puskesmas ini bisa meraih predikat Paripurna atau bintang lima serta bisa menjadi role model bagi puskesmas-puskesmas lainnya,” ungkapnya.

Apabila Puskesmas Gang Sehat nantinya sudah dinilai dan layak menyandang akreditasi Paripurna, maka puskesmas ini akan menjadi role model atau contoh bagi puskesmas lainnya yang ada di Pontianak. “Jadi tidak perlu jauh-jauh untuk mencari contoh puskesmas yang bagus, cukup lihat puskesmas gang sehat. Lihat sendiri ruangannya sejuk, nyaman dan bersih, membuat pasien nyaman,” tuturnya.

Puskesmas Gang Sehat ini juga menyediakan layanan 24 khusus klinik bersalin. Selain itu, ada pelayanan konseling dengan dokter spesialis. ”
Saya melihat puskesmas ini sudah lumayan komplit, tinggal bagaimana meningkatkan lagi kerapian, kebersihan dan pelayanannya,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianakzl, Sidiq Handanu mengatakan, undang-undang peraturan itu mewajibkan semua fasilitas kesehatan harus sesuai standar. “Jadi wajib semua pelayanan kesehatan itu terakreditasi dalam rangka memberikan pelayanan yang berkualitas dan keselamatan pasien,” jelasnya

Kemudian, lanjutnya, dari aspek internal sendiri, akreditasi itu sudah menjadi kebutuhan karena persaingan fasilitas kesehatan yang kian ketat. Fasilitas kesehatan yang memiliki pelayanan terbaiklah yang akan survive atau bertahan. Intinya, akreditasi itu perbaikan mutu dan tidak akan ada habisnya sebab terus berproses. “Hari ini baik, besok mungkin sudah tidak baik, harus kita perbaiki, jadi ada continuous improvement, artinya akreditasi ada perbaikan terus-menerus,” kata Sidiq.

Kepala Puskesmas Gang Sehat, drg Nuzulisa menambahkan, puskesmas yang dipimpinnya ini akreditasinya masih tingkat Madya. Dirinya berharap akreditasi puskesmas ini bisa menyandang akreditasi Paripurna. “Dengan segala kualitas layanan yang sudah kami berikan kepada masyarakat, capaian-capaian untuk pelayanan kesehatan, program kesehatan bahkan kami punya 20 inovasi,” terangnya.

20 inovasi itu disebutnya sebagai 20 Inovasi Sekodi. Dengan adanya inovasi-inovasi itu, dirinya berharap bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Pontianak khususnya di Kecamatan Pontianak Selatan. “Tidak ada lagi yang sifatnya antrian terlalu lama, ruang tunggu panas, tidak nyaman dan segala macam maka kami fasilitasi melalui inovasi kami,” imbuh Nuzulisa.

Diantara inovasi tersebut adalah antrian online. Bahkan ada inovasi terbaru yang menurutnya mungkin satu-satunya yang dimiliki puskesmas se-Indonesia, yakni Virtual Hologram Assistance (Vitha). Alat ini berfungsi memberikan berbagai macam informasi serta memberikan arahan kepada pasien yang berkunjung sehingga mata rantai untuk penambahan SDM bisa diefisiensikan. “Vitha ini sifatnya interaktif, artinya alat ini online karena menggunakan jaringan internet sehingga masyarakat bisa bertanya secara online,” pungkasnya. ( jim/humpro )

Tentang REDAKSI

Cek Juga

Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro Ridwan

Polres Landak siagakan 1 Pleton Inti Dalmas dan 1 Pleton Kerangka Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

KALIMANTAN TODAY, LANDAK- Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden minggu (20/10) mendatang, jajaran Polres Landak …

2 Komentar

  1. Konten beritanya adanya yang salah terkait dengan hasil aksi yang tertera dalam nota kesepakatan. Bukan mendesak mempercepat pengesahan RUU P-KS tapi Menolak RUU P-KS, khusus nya pasal² karet yang multitafsir seperti pasal 12, 15, 18 dan 19. Tolong beritakan hal yang benar. jangan menyebar kesalahpahaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *