Minggu , 15 September 2019
Home / BENGKAYANG / MABM Putuskan Rumah Melayu Dibangun Dipusat Kabupaten Bengkayang

MABM Putuskan Rumah Melayu Dibangun Dipusat Kabupaten Bengkayang

88DA8EB5-12E5-4F47-8B3B-1737697BCBBA

KALIMANTAN TODAY, BENGKAYANG- Pengurus Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Bengkayang memutuskan bahwa, rumah Melayu sekaligus sekretariat MABM Kabupaten Bengkayang akan di bangun di Pusat Kabupaten Bengkayang.

Dipilihnya pusat kota tersebut diambil setelah Pengurus MABM Kabupaten Bengkayang memperoleh masukan dan arahan dari Dewan Pengurus Pusat MABM Provinsi Kalimantan Barat. Kemudian peletakan di pusat kota juga sesuai bunyi ADART MABM.

Penetapan lokasi tersebut semakin mantap setelah dilakukan musyarawarah yang melibatkan jajajaran pengurus MABM Kabupaten yang juga memperoleh masukkan dari pengurua MABM se- Kecamatan di Kabupaten Bengkayang.

“Dengan musyawarah yang telah dilakukan, dan arahan dari pengurus pusat, kita memutuskan rumah Melayu atau sekeretariat MABM dibangun di pusat kota, ” kata Supriadi, Ketua MABM Kabupaten Bengkayang, Selasa (20/8).

Supriadi menerangkan, setelah pembentukan lokasi, langkah yang diambil MABM adalah merumuskan proposal yang kemudian akan diajukan ke Pemerintah Kabupaten Bengkayang.

“Proposal akan seger kita buat, dalam sebulan ini akan selesai dan akan kita ajukan,” tegas Supriadi.

Kata Supriadi juga, pihaknya telah melakukan audensi dengan Bupati pekan lalu. Audiensi tersebut bertujuan untuk meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang merealisasikan pembangunan rumah adat Melayu di Kabupaten Bengkayang.

“Dalam audiensi tersebut bersama dengan Bupati MABM melaporkan, beberapa hal yang telah dilakukan untuk pembangunan rumah seperti melakukan konsultasi dengan pengurus MABM Provinsi Kalimantan Barat. Dalam hal ini, Pemprov siap membantu berupa pembuatan desain dan rab rumah Melayu,” jelasnya.

Supriadi mengatakan, rencana pembangunan rumah Melayu ditaksir akan menghabiskan anggaran 5 miliar termasuk untuk pembebasan lahan.

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, menyambut baik audiensi yang dilakukan MABM.

“Keinginan kita sama seperti yang diinginkan MABM, yakni adanya rumah adat Melayu di Kabupaten Bengkayang.

Dalam bersamaan, Bupati Bengkayang Suryadman Gidot menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berkeinginan untuk membangun rumah Melayu pada tahun 2020.

“2020 pembangunan rumah Melayu harus segera di bangun, setidak sebelum masa bhakti saya bersama pak wakil Bupati berakhir. Kemajemukan ini adalah aset kekayaan daerah yang tak ternilai,” ucap Bupati dua periode ini.

Pembangunan rumah Adat Melayu ini tambah Gidot, karena rumah Adat Dayak sudah dibangun. Dan ia berharap setelah tahun 2020, setelah masa kepemimpinannya ada dibangun juga rumah adat yang lainnya.

“Niat pemerintah akan membangun rumah adat setiap suku. Kemarin kita sudah membangun rumah adat Dayak yang disebut Ramin Bantang , niat kita berharap tahun 2020 rumah adat Melayu segera dibangun. Silahkan MABM merembukkannya , karena kita berharap biar yang baik ini menjadi niat bersama. Dan setelah 2020 berharap ada pembangunan rumah adat lainnya seperti rumah adat Thionghoa dan rumah adat Jawa,” harap suami Femi Oktaviani. (Titi)

Tentang Admin KT

Cek Juga

926DD994-D292-4401-B98C-DDCEAA15B1FE

Kenal Pamit Kapolres Bengkayang, AKBP Yos Guntur: Bengkayang Penuh Toleransi

KALIMANTAN TODAY, BENGKAYANG – AKBP Natalia Budi Darma resmi menjabat sebagai Kapolres Bengkayang yang baru …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *