Kamis , 21 November 2019
Home / NEWS / Kapan Mulai Kerjanya Pak? Sudah 1 Tahun Lho

Kapan Mulai Kerjanya Pak? Sudah 1 Tahun Lho

Ilustrasi/Kalimantan Today
Ilustrasi/Kalimantan Today

Oleh: Maysramo

Pada 5 September 2019, genap 1 tahun Sutarmidji menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Barat. Apa yang telah dilakukannya atau akan ke arah mana Kalimantan Barat akan dibawanya?

1 tahun kepemimpinannya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mencatat jumlah penduduk miskin di Kalbar pada Maret 2019 sebanyak 378,41 ribu orang  atau 7,49 persen dari total jumlah penduduk di daerah itu. Angka tersebut naik dibanding September 2018 dimana lonjakan tertinggi penduduk miskin Kalbar ada di kawasan perdesaan.

Selama periode September 2018 – Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 2,3 ribu orang dari 79,36 ribu orang pada September 2018 menjadi 81,64 ribu orang pada Maret 2019.

Sedangkan untuk di daerah perdesaan naik sebanyak 6,4 ribu orang dari 290,37 ribu orang pada September 2018 menjadi 296,77 ribu orang pada Maret 2019.

Tak hanya kemiskinan, titik Panas (Hotspot) Kebakaran Hutan Lahan (Karhutla) tertinggi di Kalimantan Barat. Data yang dirilis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menggunakan satelit Aqua, satelit Terra, satelit SNPP, dan satelit NOAA 20. Pemantauan selama sepekan, 1-7 Agustus, berjumlah 183 titik. Jumlah tersebut meningkat tajam dari pekan sebelumnya yang hanya 32 titik panas.

Dua peristiwa itu, kemiskinan dan karhutla, menjadi kado pahit bagi Sutarmidji di 1 tahun kepemimpinannya. Disamping tentunya, ada kabar yang menggembirakan, yakni rencana pembangunan Jembatan Sambas Besar pada 2020 nanti. Biaya pembangunan menelan angka sekitar Rp1 triliun menggunakan pos APBN.

Itu pun tak sepenuhnya hasil kerja Sutarmidji, sebab rencana pembangunan jembatan Sambas Besar sudah digulirkan sejak tahun 2015 lalu. Dimulai dengan kunjungan tim teknis Kementerian Pekerjaan Umum memantau titik rencana lokasi jembatan.

Begitu juga dengan Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing yang hingga Juli 2019 baru 14 persen dari rencana akhir 2019 ini sudah bisa beroperasi. Tentu kita khawatir, ini membangun pelabuhan internasional bukan kandang kambing yang bisa dikebut hanya dalam semalam saja.

1 tahun sudah cukup bagi Sutarmidji untuk berbicara dan memasuki tahun ke 2, waktunya bekerja dengan sejumlah beban berat di pundak. Soal kemiskinan dan karhutla. Ada baiknya, meniru apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo yang bekerja dan membangun Indonesia, tak memandang apakah daerah atau provinsi dirinya kalah telak, tetap dibangun tanpa membeda-bedakan. Sebab, politik adalah pilihan dan membangun adalah kewajiban tanpa harus meninggalkan. (*)

Tentang REDAKSI

Cek Juga

Suib

Alokasikan Anggaran Pilkada di Awal Periode

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK–Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota digelar setiap 5 tahun sekali. …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *