Jumat , 9 Desember 2022
Home / KETAPANG / APBD Ketapang Tahun 2019 Terbesar se-Kalbar

APBD Ketapang Tahun 2019 Terbesar se-Kalbar

IMG-20190118-WA0010

KALIMANTAN TODAY, KETAPANG – Bupati Ketapang, Martin Rantan memeberikan arahan pada acara penyerahan Lampiran II Peraturan Bupati Nomor 50 Tahun 2018 Tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanje Daerah Tahun 2019 kepada semua pihak terkait. Kegiatan digelar di Pendopo Bupati Ketapang, Kamis (17/1). APBD Ketapang pada tahun 2019 diketahui sekitar 2,2 Triliun.

Dalam sambutannya, Martin Rantan mengatakan sesuai amanah peraturan perundang-undangan yang berlaku, setelah ditetapkannya peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah, maka dirinya akan menyerahkan dokumen kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Ketapang. Dengan harapan pasca penyerahan setiap OPD dapat langsung memulai mekanisme yang ada guna mempercepat penyerapan anggaran APBD Tahun 2019.

“Setelah penjabaran ini diserahkan, saya berharap Kepala OPD selaku pengguna anggaran agar segera meneyapkan pejabat terkait seperti Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Pekabatan pengadaan, Pejabatan Pemeriksa Hasil Pekerjaan, Staf Administrasi dan pejabat lainnya yang berhubungan dengan program serta kegiatan di tiap-tiap OPD,” ungkapnya, Kamis (17/1).

Ia menjelaskan, sedikit gambaran umum mengenai APBD Tahun 2019 ini, yang mana untuk pendapatan sekitar 94% dari total pendapatan daerah bersumber dari dana transfer pemerintah pusat dan untuk pendapatan asli daerah menyumbang sebesar 6% dari total pendapatan daerah.

“Kedepan sumbangan dari pendapatan asli daerah terhadap pendapatan daerah semoga bisa semakin meningkat,” katanya.

Ia menjelaskan, lantaran sumber utama pendapatan masih berasal dari penerimaan dari pusat, maka guna menghindari adanya penundaan atau penghentian transfer dana dari pemerintah pusat yang akan menjadi beban daerah, maka ia mengingatkan agar proses pengadaan barang atau jasa dilakukan tepat waktu, dan khusus untuk OPD yang mengelola program atau kegiatan bersumber dari DAK untuk dapat mempercepat proses pelaksanaan kegiatan tersebut dengan berpedoman pada aturan yang berlaku.

“Tapi, meskipun kita dihadapkan pada target penyerapan anggaran, tapi semuanya jangan sampai melakukan hal-hal diluar aturan,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk penggunana APBD Tahun 2019, pihaknya masih mengarahkan kepada peningkatan infrastruktur daerah terutama untuk ruas jalan utama, baik yang berada di wilayah pesisir maupun pedalaman, ini dilakukan guna mendukung kelancaran arus transportasi masyarakat maupun barang di Ketapang.

“Tahun ini juga kita mendapat Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan yang dialokasikan untuk Kelurahan, yang mana dana tersebut akan dianggarkan dalam APBD dengan berpedoman dengan peraturan yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ketapang, Alexander Wilyo mengatakan kalau untuk APBD 2019 yang akan berjalan semuanya sudah melalui tahapan dan mekanisme yang ada mulai dari Musrenbang, RKPD, KUAPPAS, Pengesehan Nota Keuangan hingga persetujuan bersama melalui paripurna di DPRD.

“Untuk APBD tahun 2019 kita bisa dikatakan mencetak sejarah tercepat pembahasannya bahkan se-Kalbar kita paling cepat,” ungkapnya.

Ia menilai, ini tentunya menunjukkan kalau Pemkab Ketapang dapat berjalan sesuai aturan dan menandakan kalau hubungan antara eksekutif dan legislatif serta pihak terkait lainnya berjalan harmonis. Ia menerangkan untuk tahun 2019 Pemkab Ketapang mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam pendapatan dari tahun-tahun anggaran sebelumnya.

“Tahun ini APBD kita mencapai 2,23 triliun yang mana angka ini tertinggi dari Kabupaten lain yang ada di Kalbar. Ini merupakan prestasi bagi daerah,” jelasnya.

Ia menerangkan, dari total pendapatan 2,23 triliun tersebut, diakuinya memang masih banyak bersumber dari dana perimbangan yang berkisar 78,85% atau sekitar 1,75 triliun yang terdiri dari Dana Alokasi Umum sekitar 1,1 Triliun, Dana Alokasi Khusus 514 Miliar, Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak 94 Miliar, sedangkan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada APBD Murni masih diangka 5,96% atau sekitar 132 Miliar dan diperkirakan pada APBD Perubahan keangka 10%, selain itu juga ada dana bagi hasil dari Provinsi dan Dana Desa dari Pemerintah Pusat.

“Dari total APBD tersebut sebanyak 481,7 Miliar digunakan untuk belanja modal, 329 Miliar belanja barang dan jasa, 203 Miliar belanja pegawai. Selain ada untuk belanja tidak langsung misalkan untuk gaji tunjangan, untuk dana tak terduga yang kita plot sekitar 5 Miliar, kemudian untuk anggaran pendidikan dialokasikan sebanyak 578 Miliar serta kesehatan 223 Miliar,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap dengan apa yang telah diraih Pemkab saat ini, diharapkan dapat direaliasikan dengan cepat sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga pada tahun ini Ketapang dapat meraih penghargaan kembali dari BPK berupakan WTP yang ke lima.

“Tahun lalu kita mendapat WTP ke-empat, kita berharap tahun ini bisa meraih WTP ke-lima sehingga bisa mendapat penghargaan langsung dari Kementrian Keuangan. Tentunya itu semua perlu kerjasama dan sinergitas semua pihak,” tutupnya (OD).

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Biaya Penerangan Jembatan Tayan Capai Rp 5 Miliar Pertahun

  KALIMANTAN TODAY, SANGGAU. Biaya pemeliharaan penerangan Jembatan Tayan pertahun ternyata cukup mahal. Mencapai Rp.5 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *