Rabu , 19 Mei 2021
Home / HUKUM / Warga Kotawaringin Timur Temukan Anak Orangutan Kelaparan

Warga Kotawaringin Timur Temukan Anak Orangutan Kelaparan

PHOTOGRAPH BY Charlie Hamilton-James
PHOTOGRAPH BY Charlie Hamilton-James

KALTENG – Warga Desa Bagendang Kecamatan Mentaya Hilir Utara Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menemukan seekor anak orangutan yang kondisinya memprihatinkan, diduga karena kelaparan.

“Perkiraan kami, itu karena kelaparan. Makanya orangutan itu tidak mau diusir dari sekitar pondok warga. Kalau orangutan liar, biasanya takut bertemu manusia dan langsung lari,” kata Komandan Pos Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam Daerah (BKSDA) Sampit, Muriansyah di Sampit, Senin.

Satwa langka dengan nama latin pongo pygmaeus yang ditemukan warga kali ini berjenis kelamin betina berusia sekitar tiga tahun. Saat diserahkan kepada BKSDA, orangutan itu bengkak bagian tangan dan kaki kiri.

Anak orangutan tersebut ditemukan warga bernama Rusli saat mencari anak kayu Geronggang di sekitar hulu Sungai Lepeh pada hari Sabtu (15/10). Anak orangutan selalu berada di sekitar pondok, diduga karena kelaparan dan berharap dapat sisa makanan di sekitar pondok.

Rusli kemudian menangkap dan membawa pulang anak orangutan itu ke desa. Dibantu Memet, seorang anggota Polsek Sungai Sampit, temuan orangutan itu dilaporkan ke BKSDA.

Setelah berkoordinasi dengan Kapolsek Sungai Sampit Iptu Masriwiyono dan dibantu tim dari LSM Centre for Orangutan Protection, BKSDA mengevakuasi anak orangutan itu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Polsek Sungai Sampit yang sudah membantu kegiatan tersebut. Anak orangutan ini akan kami bawa ke Pangkalan Bun untuk direhabilitasi, sebelum dilepasliarkan,” kata Muriansyah.

Ini merupakan orangutan ke-13 yang diserahkan warga kepada BKSDA Sampit sepanjang 2016. Sebagian besar orangutan yang diserahkan masih berusia anak-anak, bahkan ada yang masih bayi.

BKSDA terus menyosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk peduli menyelamatkan satwa langka. Selain melanggar hukum dan diancam penjara, memelihara orangutan sangat berisiko karena satwa itu bisa menularkan berbagai penyakit berbahaya kepada manusia. Orangutan juga rawan mati karena salah perlakuan jika dipelihara manusia.

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Lagi, Satu Pengedar Sabu di Sanggau Disikat

    SANGGAU. Pemberantasan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Sanggau terus digencarkan. Terlebih masih dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *