Jumat , 2 Desember 2022
Home / HEADLINE NEWS / Ternyata Ini 10 Tokoh Dayak Paling Berpengaruh di Kalbar

Ternyata Ini 10 Tokoh Dayak Paling Berpengaruh di Kalbar

Ilustrasi 10 Tokoh Dayak yang paling berpengaruh di Kalbar/Kalimantan Today

 

KALIMANTAN TODAY – Setiap peradaban memiliki tokoh yang paling berpengaruh. Bukan hanya bagi dunia atau suatu negeri, tetapi juga suatu masyarakat di etnis-etnis tertentu.

Demikian halnya dengan masyarakat etnis Dayak di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), juga memiliki tokoh paling berpengaruh.

Untuk menentukan tokoh paling berpengaruh di kalangan etnis Dayak di Kalbar, kalimantantoday.com mencoba meninjau dari berbagai sisi.

Di antaranya dilihat dari kedudukan tokoh etnis Dayak di Kalbar dalam bidang pemerintahan, politik dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), baik skala lokal maupun nasional.

Berdasarkan tinjauan tersebut, kalimantantoday.com berhasil menyusun 10 tokoh paling berpengaruh di kalangan etnis Dayak di Kalbar, yakni:

1. Cornelis

Drs.Cornelis,MH/dok

Penempatan Cornelis di peringkat pertama sebagai tokoh Dayak yang paling berpengaruh di Kalbar cukup beralasan.

Lantaran pria kelahiran Sanggau 27 Juli 1953 menduduki jabatan di pemerintahan yang belum bisa dicapai tokoh Dayak lainnya.

Cornelis merupakan anak ke-2 dari 8 bersaudara. Ayahnya Josep Rofinus Djamin dan ibunya Maria Christina Uko’.

Karena ayahnya seorang polisi, masa kecil Cornelis hidup berpindah-pindah tempat. Ia mulai mengenyam pendidikan dasar di Sekolah Rakyat (SR) di Sukadana pada 1960.

Pada 1966, Cornelis pindah ke Ngabang mengikuti ayahnya dan menamatkan SR di Ngabang.

Kemudian Cornelis melanjutkan pendidikan di SMP Gotong Royong di Senakin hingga 1969. Setelah itu melanjutkan pendidikan di Kota Pontianak.

Awalnya, Cornelis menempuh pendidikan di SMA Santu Petrus, namun karena keterbatasan biaya, ia pindah ke SMA Kapuas yang iuran sekolahnya lebih murah.

Tamat SMA pada 1972, Cornelis melanjutkan pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) dan tamat pada 1978.

Cornelis kemudian meniti karir Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai staf di pemerintahan di tingkat desa.

Seiring berjalannya waktu, karir Cornelis sebagai PNS kian menanjak dan membawanya menduduki jabatan Camat Menjalin pada 1989–1995. Kemudian Camat Menyuke pada 1995–1999.

Tahun 1999, Cornelis dipercaya menduduki jabatan di tingkat provinsi, yakni sebagai Kepala Sub Dinas Pengawasan di Dinas Pertambangan dan Energi.

Pada 2001 Cornelis mendapatkan gelar Magister Hukum (MH) dari Universitas Brawijaya.

Selanjutnya pada 19 Juli 2001, Cornelis bersama Nicodemus Nehen dipilih DPRD sebagai Bupati dan Wakil Bupati Landak.

Gubernur Kalbar Usman Ja’far melantik Cornelis sebagai bupati kedua sekaligus bupati definitif pertama di Kabupaten Landak pada 6 September 2001.

Ketika menjabat sebagai Bupati Landak, Cornelis fokus pada pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan antarkecamatan.

Cornelis juga mengundang perusahaan telekomunikasi untuk membangun menara telekomunikasi di Kabupaten Landak. Sehingga sinyal telepon seluler bisa menjangkau seluruh wilayah kabupaten.

Pembangunan paling fenomenal pada era Bupati Cornelis adalah Gedung Kantor Bupati Landak yang disebut sebagai kantor bupati termegah di Kalbar, bahkan dianggap setara dengan Kantor Gubernur Kalbar kala itu.

Saat menjadi Bupati Landak, Cornelis merapat ke PDI Perjuangan. Ia menjadi pembina DPC PDI Perjuangan Kabupaten Landak karena undang-undang pada saat itu mengamanahkan bupati sebagai pembina Ormas dan Parpol.

Kedekatan Cornelis dengan PDI Perjuangan menjadikannya bergabung sebagai kader dan kemudian terpilih sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar pada Desember 2003.

Pada 2006, Cornelis memenangkan Pilkada Landak. Kali ini berpasangan dengan Adrianus Asia Sidot. Namun di periode keduanya menjadi Bupati Landak ini, Cornelis hanya menjabat selama satu tahun.

Pada November 2007, melalui usungan dari PDI Perjuangan, Cornelis yang berpasangan dengan Christiandy Sanjaya memenangkan Pilkada Gubernur dengan perolehan 43,7 persen suara

Cornelis-Christiandy Sanjaya mengungguli tiga pasang kandidat lainnya, termasuk calon petahana Usman Ja’far dan L.H. Kadir.

Kemudian Cornelis dan Christiandy Sanjaya dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto pada 14 Januari 2008.

Cornelis merupakan Gubernur Kalbar kedua yang beretnis Dayak setelah Johanes Chrisostomus Oevang Oeray (Gubernur Kdh. Provinsi Kalbar periode 1960-1066).

Menuju periode kedua, Cornelis dan Christiandy Sanjaya tetap berpasangan dan terpilih kembali melalui Pemilukada 2012.

Kali ini, keduanya diusung koalisi PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PDS, Partai PIB dan PKB.

Cornelis-Christiandy Sanjaya memenangkan Pemilukada 2012 dengan meraih 52,1 persen suara, mengalahkan tiga pasang kandidat lainnya.

Keduanya kemudian dilantik Gubernur dan Wakil Gubernur untuk periode 2013-2018 pada 14 Januari 2013 oleh Medagri Gamawan Fauzi.

Selama menjadi Gubernur Kalbar, Cornelis juga mejabat sebagai Presiden Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN).

Setelah menjadi Gubernur Kalbar selama 2 periode, Cornelis meneruskan karir politik di tingkat Nasional. Sekarang ia menjabat Anggota DPR RI Dapil Kalbar 1 dari Fraksi PDI Perjuangan.

2. Lasarus

Lasarus, S.So.,M.Si

Kemunculan Lasarus sebagai salah satu tokoh Dayak paling berpengaruh di Kalbar, tentu tak lepas dari posisinya terbilang strategis Ketua Komisi V DPR RI. Ini belum termasuk jabatan barunya Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat.

Ia kini menjadi salah satu tumpuan dan harapan masyarakat wilayah Kalbar dalam menentukan kebijakan lewat DPR RI.

Pria kelahiran Pauh Desa 15 Juni 1970 ini menjabat sebagai Anggota DPR RI selama tiga periode, yakni 2009–2014, 2014–2019 dan 2019–2024.

Lasarus mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Kalbar II (Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau dan Melawi).

Alumnus S2 Untan Pontianak ini pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang pada periode 2004-2009.

3. Karolin Margret Natasa

dr Karolin Margret Natasa, MH

Karolin Margret Natasa berhasil mencatatkan dirinya sebagai wanita Dayak pertama yang menjadi kepala daerah di Kalimantan Barat. Ia dilantik pada 22 Mei 2017 setelah menang dalam Pemilihan Bupati Kabupaten Landak.

Putri sulung mantan Gubernur Kalbar dua periode, Cornelis ini lahir pada 12 Maret 1982 pernah menjadi Anggota Komisi IX DPR RI selama dua periode dari Dapil Kalbar.

Saat menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014, Karolin menempati urutan ketiga peraih suara terbanyak. Kemudian pada periode 2014-2019 perolehan suara Karolin melejit naik menjadi peringkat pertama se-Indonesia.

Selalu berkiprah ke tingkat nasional, Karolin terpilih menjadi Ketua Umum Pemuda Katolik selama dua periode yakni 2015-2018 dan 2018-2021.

Bagi Karolin, pengalaman selama dua periode di DPR dan relasi dengan pemerintah pusat yang baik menjadi bekal yang cukup sebagai pemimpin daerah.

Karolin ikut Pilkada Landak 2017 sebagai calon tunggal dan terpilih sebagai Bupati Landak (2017-2022) sampai sekarang.

4. Yakobus Kumis

Yakobus Kumis

Tokoh paling berpengaruh berikut di kalangan Dayak di Kalbar yakni Yakobus Kumis yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN).

Yakobus Kumis sangat berpengaruh, lantaran sepak terjangnya membela kepentingan masyarakat adat Dayak tidak diragukan lagi. Ia bahkan terkenal getol membela para peladang di Kalbar.

Perjalanan hidup beserta perjuangan kerasnya Yakobus Kumis bagitu dikenal masyarakat etnis Dayak di Kalbar.

Pada usia 6 tahun Yakobus Kumis pernah menderita lumpuh selama 2 tahun, terpaksa berjalan menggunakan tangan.

Berbagai upaya telah dilakukan orangtuanya untuk mengobati penyakit tersebut, baik medis maupun nonmedis.

Yakobus Kumis bahkan disebut hampir meninggal karena penyakitnya itu. Tetapi Tuhan berhendak lain, ia sembuh.

Ia dikenal anak yang memiliki otak yang encer. Sejak SD sampai SMP selalu menjadi juara di sekolahnya.

Ketika SD, Yakobus Kumis pernah mendapat beasiswa di Kelas 4, 5 dan 6 karena prestasinya tersebut.

Tidak hanya di bidang akademisi, saat duduk di bangku SMP Yakobus Komus juga aktif di organisasi. Ia menjabat sebagai Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Yakobus Kumis lulus membanggakan, kemudian melanjutkan ke SMA hingga FKIP Untan Pontianak Jurusan Matematika.

Selama di bangku kuliah, Yakobus Kumis aktif di berbagai Unit Kerja Mahasiswa (UKM) Kampus dan Ormas.

5. Paolus Hadi

Paolus Hadi, S.IP, M.Si

Paolus Hadi, nama yang paling populer di Kabupaten Sanggau saat ini. Pria kelahiran Sanggau, 7 Desember 1969 kini sedang menjalani dua periodenya sebagai Bupati Sanggau.

Langkah politisi yang mulai karir politiknya dari Partai Nasional Benteng Kemerdekaan (PNBK) ini sangat pesat. Tak lama menjadi anggota DPRD Kabupaten Sanggau, tiba-tiba dan di luar perhitungan kebanyakan orang, ia berhasil meraih kursi Wakil Bupati Sanggau dalam usia 39 tahun pada 2009.

Saat itu, ia berpasangan dengan H Setiman H Sudin dengan mengalahkan bupati petahana Yansen Akun Efendi dalam dua putaran.

Tahun 2014 ia terpilih sebagai Bupati Sanggau hingga sekarang. Kemudian menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sanggau periode 2019-2024.

Langkah Paolus Hadi tergolong unik, sebelum terjun ke politik, ia terlebih dulu terjun di Credit Union. Jadi ketika orang baru bicara tentang ekonomi kerakyatan, Paolus Hadi sudah terlebih dulu terjun dalam bidang tersebut.

6. Martin Rantan

Martin Rantan

Martin Rantan merupakan Bupati Ketapang yang mulai menjabat 2016  dan menang melalui jalur Independen. Pada Pilkada serentak 2020 ia terpilih kembali sebagai Bupati Ketapang periode 2021-2024.

Pria kelahiran Tumbang Titi, 28 Maret 1968 ini termasuk tokoh berpengaruh di kalangan etnis Dayak di Kalbar. Ia lebih dikenal sebagai politikus senior di Kalbar.

Sebelumnya, Martin Rantan menjabat sebagai Anggota DPRD Ketapang (2009-2014). Ia pernah menjadi Sekretaris DPD II Partai Golkar Ketapang.

Pada awal periode keduanya sebagai Anggota DPRD Ketapang, Martin Rantan mengundurkan diri karna menjadi Calon Bupati Ketapang.

Martin Rantan merupakan salah satu lulusan terbaik Fakultas Hukum Untan Pontianak. Ia sempat menjadi Guru Honorer di SMA PGRI Tumbang Titi (1990-1991).

7. Sebastianus Darwis

Sebastianus Darwis

Pria kelahiran 28 Juli 1973 ini merupakan Bupati Bengkayang yang mulai menjabat sejak 26 Februari 2021 lalu.

Sebelum menjadi Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis pernah menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang pada 2009-2010.

Kemudian menjadi Ketua DPC PDIP Kabupaten Bengkayang periode 2014-2019. Namun maju sebagai Calon Bupati Bengkayang diusung Partai Gerindra dan Golkar.

Putra tertua Bupati Bengkayang pertama (Jacobus Luna) kini tercatat sebagai kader Partai Gerindra.

8. Fransiskus Diaan

Fransiskus Diaan, SH

Fransiskus Diaan masuk salah satu tokoh Dayak paling berpengaruh di Kalbar setelah dirinya berhasil tampil sebagai pemenang dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020.

Pria kelahiran Lung Linge Hatung, 14 Agustus 1981 ini terbukti mampu meyakinkan kepercayaan masyarakat dalam pemilihan dan dilantik menjadi Bupati Kapuas Hulu pada 26 Februari 2021.

Sis, sapaan Fransiskus Diaan lahir dari keluarga sederhana di Desa Datah Diaan, Kecamatan Putusibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu.

Ia terbilang sukses meniti dunia Pendidikan. Bahkan, saat masuk kuliah di Fakultas Hukum Universitas Tanjung Pura ia lolos tanpa tes.

Sis dikenal sebagai seorang pengusaha sekaligus politisi. Kolaborasi dua dunia inilah yang dianggap mampu menempa dirinya menjadi kokoh dalam sikap dan keyakinan.

9. Aron

Aron

Jabatan Bupati Sekadau menjadikan Aron salah satu tokoh berpengaruh di kalangan etnis Dayak Kalbar. Keberhasilan pria kelahiran Nyonak 3 Oktober 1974 ini lantaran sudah lama menjadi politisi.

Aron mengenyam pendidikan SD Negeri 3 Batu Pahat (1989), SMP Suparna Senangan Nanga Taman (1992), SMU Swasta Karya Sekadau (1995) dan S1 Untan Pontianak (1999).

Politisi Partai Demokrat ini juga aktif berorganisasi. Di antaranya sebagai Pengurus Ikatan Sarjana Katolik Sekadau.

Ia juga Ketua Nasional Benteng Kerakyatan, Ketua PAC Demokrat, Pengurus DAD Sekadau, Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Sekadau hingga Ketua DPC Partai Demokrat Sekadau (2022) hingga sekarang.

Sebelumnya Aron menjadi anggota DPRD Kalbar dan Anggota DPRD Sekadau tiga periode dan PPK Kecamatan Nanga Mahap.

10. M Kebing L

M.Kebing L

M Kebing L merupakan Ketua terpilih DPRD Kalbar (2019-2024). Jabatan strategis yang sudah dipegangnya selama dua periode menjadikannya sebagai salah satu tokoh Dayak yang berpengaruh di Kalimantan Barat.

Politikus PDIP kelahiran Putussibau 29 September 1958 telah mengemban beberapa jabatan di PDIP Kalbar, mulai dari tingkat Kabupaten dan Kota hingga Provinsi. Iapun pernah menjabat sebagai Sekretaris DPD PDIP Provinsi Kalbar (2005-2010) dan Wakil Ketua DPD PDIP Provinsi Kalbar (2002-2005).

Sebelum terjun ke politik, M Kebing L bekerja sebagai Perwakilan Istalatir CV. Tulus Budi Putussibau (1981-1983).

Ia juga pernah menjadi Direktur CV. Mikelyng yang bergerak di bidang konstruksi (1992-2000).

Kebing mulai menjadi Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu pada 1999. Saat itu ia menjadi anggota DPRD Tingkat II. Kemudian pada 2009-2014, Kebing menjadi  Anggota DPRD Provinsi Kalbar.

Pada periode kedua dan ketiganya (2014-2019 dan 2019-2024) Kebing menjadi Ketua DPRD Provinsi Kalbar sampai sekarang.

(Dik/lukas) 

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Gelar Paripurna Pemberhentian Haji Samiun Digelar, Tinggal Tunggu Surat Pengangkatan

  KALIMANTAN TODAY, SANGGAU. DPRD Kabupaten Sanggau menggelar rapat paripurna pemberhentian dengan hormat Haji Samiun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *