Kamis , 7 Desember 2023
Home / BENGKAYANG / GOW Bengkayang Lakukan Pembinaan UMKM dan Pelatihan Home Industri

GOW Bengkayang Lakukan Pembinaan UMKM dan Pelatihan Home Industri

 

KALIMANTAN TODAY, BENGKAYANG – Gabungan Organisasi Wanita atau GOW Kabupaten Bengkayang melaksanakan pembinaan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) sekaligus Pelatihan Home Industri atau Industri Rumah Tangga kepada anggotannya kemarin.

Kegiatan ini dihadir oleh puluhan pelaku UMKM menggandeng pihak Bank Kalbar, Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kowapi dan juga 20 organisasi wanita yang ada di Kabupaten Bengkayang.

Ketua GOW Kabupaten Bengkayang, Dra Hj Yuliati Rizal pada kesempatan tersebut menjelaskan, UMKM menjadi prioritas utama pemberdayaan ekonomi masyarakat dan itu sesuai dengan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Bengkayang untuk memajukan UMKM.

“Ini merupakan realisasi program seksi ekonomi dan koperasi GOW , dimana GOW ini memiliki banyak program – program yang terdapat di 20 organisasi dan 7 bidang,” jelas Yuliati.

Diantaranya dilaksanakan Pembinaan UMKM dan pelatihan Home Industri yang dihadiri oleh para pengurus GOW dan Pelaku UMKM.

Sesuai Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang 2021-2026 , GOW berperan menciptakan SDM Unggul Bengkayang Mantap serta terciptanya Masyarakat Bengkayang yang Maju, Mandiri, Adil, Sehat , Cerdas, Sejahtera dan Religius.

“Kegiatan Utama GOW dalam perannya membina ibu-ibu agar memiliki keterampilan, kemampuan dan mandiri dalam berusaha untuk menunjang ekonomi keluarga,” jelasnya.

“Pada kegiatan kali ini, kami bekerjasama dengan pihak Perbankan yaitu Bank BRI dan Bank Pembangunan Daerah Kalbar, agar kedepannya para pelaku UMKM bisa dibantu oleh pihak Bank untuk modal usaha dan perbankan bisa memberikan kemudahan kepada para pelaku UMKM sehingga ekonomi dapat tumbuh dan berkembang di Kabupaten Bengkayang,” timpalnya.

Sementara itu, Yustina Ita Wurini, Kabid Koperasi dan UKM Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang menyampaikan, Pembinaan UMKM dan Pelatihan Home Industri penting dilakukan, terutama dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Terutama saat pandemi.

” Ibu rumah tangga yang memiliki usaha dan direstui oleh suami dan anak anak bisa berbagi waktu akhirnya ibu- ibu bahagia, suami juga bahagia karena dapat menunjang dan memberi masukan untuk perbaikan ekonomi keluarga untuk lebih baik,” ucap Ita.

Ketua UMKM Bumi Sebalo ini juga menyampaikan, beberapa prinsip yang dapat dipegang menjadi seorang perempuan, terutama ibu-ibu. Pertama, menjalankan usaha harus konsisten. Tidak berhenti di tengah jalan. Kedua, Kekuatan mental. Ini penting agar mental berwirausaha kuat, tidak mudah tumbang oleh gangguan dan juga pesaing.
“mulai sekarang kita bisa dan pasti bisa,” ucapnya.

Permodalan usaha dari KUR

Narasumber dari Bank Pembangunan Daerah Kabupaten Bengkayang, Rahadian Wisnu Andrean menuturkan , kehadiran perbankan tentu akan membantu para UMKM dalam memulai usaha, dengan permodalan yang ada. Ia juga menyampaikan, bahwa bank melayani KUR yang diperuntukkan untuk usaha masyarakat.

“Sekarang ini pinjaman KUR sedang booming dan bukan hal baru karena sudah ada sejak tahun 2015 lalu dan memiliki suku bunga sangat kecil, tanpa biaya dan ada asuransi dari Pemerintah. Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan dengan baik,” ucapnya

Ia juga menjelaskan, permohonan pinjaman juga sangatlah mudah, dimana besarnya pinjaman mikro 70 juta sampai 200 juta. ” Syaratnya cukup hanya melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Kepala Desa/ Lurah dan Kecamatan,” terangnya.

Hal lain yang terkadang yang menjadi permasalahan mengenai agunan atau jaminan, sebenaarnya tidak mewajibkan apalai baru berusaha 1-2 tahun. Akan tetapi jaminan tidak mesti dari pihak peminjam akan tetapi, jaminan bisa dari pihak saudara ,keluarga , paman, bibi, orang tua dan saudara dekat.

“Pinjaman didapatkan dari kelayakan usahanya bukan dari besarnya jaminan, dan kita dari perbankan tidak penah mengharapkan kredit macet karena adanya jaminan akan tetapi dari kelayakan dan kemampuan usaha,” terang Wahyu.

Dalam hal ini, Wahyu menekankan, jaminan kredit bukanlah point’ utama, tetapi kelayakan usaha yang utama.

“Masalah pemberian modal kepada para pelaku UMKM , yang juga dibutuhkan adanya Pembukuan Usaha seperti berapa modal Usaha, berapa pemasukan, berapa keuntungan dan rencana pengembangan apa yang akan dilakukan kedepan, maka melalui embukuan ini juga bisa dihitung apakah usaha itu berhasil atau tidak dan patokan itu yang diminta oleh pihak perbankan untuk fasilitas pemberian kredit untuk modal,” paparnya.

Memang usaha berkembang ada efek positif dan negatif, terutama akibat pandemi Covid19 banyak timbul usaha baru dengan digital marketing. Dengan digital marketing saat ini memudahkan setiap pengusaha dalam memproduksi kan produk.

“Maka bagi para pelaku UMKM yang usahanya sudah berjalan minimal selama 6 (Enam) jangan takut untuk Segera datang ke Bank sebab kami siap membantu untuk memperoleh modal usaha,” tutupnya. (TT).

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

APBD Sangau 2024 Mulai Dibahas, Target Rp.1,730 Triliun

  KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sanggau tahun anggaran 2024 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *