Minggu , 24 Januari 2021
Home / NEWS / Gunakan Sistem e-PHYO, Sekda Sanggau: Sekelas Staf Bisa Bawa Pulang Hingga Rp 2 Juta Perbulan di Luar Gaji

Gunakan Sistem e-PHYO, Sekda Sanggau: Sekelas Staf Bisa Bawa Pulang Hingga Rp 2 Juta Perbulan di Luar Gaji

Foto—Sekretaris Daerah (Sekda) Sanggau, Kukuh Triyatmaka

 

SANGGAU. Pemkab Sanggau terus berupaya meningkatkan kedisiplinan dan kinerja para aparatur sipil negara (ASN). Satu di antaranya dengan memberlakukan absensi secara elektronik dengan pemindaian wajah.

“Untuk absensinya menggunakan e-PHYO, dalam rangka kami coba untuk menerapkan penambahan penghasilan pegawai ASN untuk tahun 2021,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sanggau, Kukuh Triyatmaka ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (4/1/2021).

Abensi dengan pemindaian wajah, dimulai pada Senin (4/1/2021). Meskipun masih dalam tahap percobaan, namun cukup berdampak pada tingkat kehadiran ASN di hari pertama masuk kerja di tahun 2021.

“Kenyataannya, tadi pagi antre juga. Apel pun yang biasanya 70-80-an (orang), tadi pagi hampir 100. Memang pegawai saya 100-an juga. Yang tidak hadir mungkin karena sakit, kemudian ada yang supir atau ajudan pimpinan, itu kan tidak harus apel,” ungkapnya.

“Paling tiga bulan, kita evaluasi kembali. Tapi secara absensi memang sudah kita rencanakan, sistem E- PHYO itu. Tadi uji coba, karena ini tahu baru, nampaknya bagus juga sih. Artinya ada peningkatan signifikan. Semuanya takut terlambat,” terang Sekda.

Sistem PH-YO ini nantinya akan menjadi acuan pembayaran tambahan penghasilan ASN tersebut. Dijelaskan Kukuh, dalam hal tunjangan kinerja (Tukin) ada beberapa komponen yang menjadi penilaian, satu di antaranya absensi.

“Sehingga kalau absensinya tak tepat, akan ada pemotongan secara otomatis dari sistem. Sehingga dengan metode ini akhirnya kan jadinya kita semua tak mau kalau hanya karena terlambat kemudian dipotong. Secara kedisiplinan cukup membantu. Semua sudah dilakukan, sampai tingkat kecamatan. Yang masih manual mungkin sekolah, Puskesdes dan Puskesmas. Kalau yang kecamatan dan SKPD sudah,” bebernya.

Lalu, berapa yang akan dibawa pulang jika bisa memuhi komponen yang ditetapkan melalui aplikasi e-PHYO? Sekda dapat mengetahui pasti. Hanya saja sebagai perbandingan, untuk sekelas staf setidaknya bisa membawa pulang tambahan penghasilan hingga Rp 2 juta di luar gaji mereka.

“Sanggau ini memang kemampuannya belum maksimal. Kalau dulu itu KS-nya Rp. 800 ribu-Rp. 900 ribu. Tapi itu kan, masuk ndak masuk, kerja ndak kerja, segitu. Artinya dengan sistem ini (e-PHYO) satu sampai dua juta Rupiah nambahnya, untuk staff, yang paling kecil. Kalau staf gajinya Rp 3-4 juta, ditambah satu atau dua juta Rupiah, bisa empat atau lima juta Rupiah. Dengan catatan tadi, harus kinerjanya. Karenannya kinerja itu kan nanti ada beberapa komponen,” terang Sekda.

Selain berpotensi meningkatkan kedisiplinan dan kinerja, Sekda berharap melalui sistem itu tak ada lagi ASN yang nongkrong di warung kopi saat jam kerja.

“Mudah-mudahan, kita ini hanya menggiring, mudah-mudahan kalau jam 07 dan jam 08, kawan-kawan ndak lihat lagi di warung kopi. Makin berkurang lah. Dari pada Satpol PP ke sana-sini, lebih bagus kita menerapkan seperti ini,” pungkasnya. (ram)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Beberkan Kondisi Jalan Kedukul-Balai Sebut, Kepala BMSDA Sanggau: Yang Bagus Sampaikan Bagus, Yang Jelek Kami Juga Tak Menutup Diri

  SANGGAU. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kabupaten Sanggau, John Hendri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *