Selasa , 24 November 2020
Home / NEWS / Penelitian: Manfaat Vitamin K Bisa Lawan Virus Corona

Penelitian: Manfaat Vitamin K Bisa Lawan Virus Corona

Virus Corona/Istimewa

NIJMEGEN – Pasien Covid-19 yang meninggal atau dirawat di ICU ditemukan mengalami kekurangan vitamin K yang bisa ditemukan dalam bayam, telur, dan keju susu domba atau blue cheese, meningkatkan harapan perubahan pola makan bisa menjadi salah satu jawaban bagaimana melawan virus corona penyebab Covid-19.

Para peneliti meneliti sejumlah pasien di rumah sakit Canisius Wilhelmina di kota Nijmegen, Belanda, menguji manfaat vitamin K setelah menemukan antara kekurangan vitamin tersebut dan memburuknya infeksi virus corona.

Covid-19 menyebabkan pembekuan darah dan mengarah pada degradasi serat elastis di paru-paru. Vitamin K, yang dicerna melalui makanan dan diserap dalam saluran pencernaan, adalah kunci untuk produksi protein yang mengatur pembekuan dan dapat melindungi terhadap penyakit paru-paru.

Para peneliti Belanda saat ini tengah mencari dana untuk uji coba klinis, tapi menurut Dr Rob Jansen, seorang ilmuwan yang terlibat dalam penelitian ini mengatakan, berdasarkan temuan awal dia akan mendorong asupan vitamin K yang sehat, kecuali bagi mereka yang menggunakan obat pengencer darah seperti warfarin.

“Saran saya adalah meminum suplemen vitamin K tersebut. Bahkan jika itu tidak membantu melawan Covid-19 yang parah, itu baik untuk pembuluh darah Anda, tulang dan mungkin juga untuk paru-paru,” kata Jansen, dilansir dari The Guardian, Sabtu (6/6).

“Kita memiliki (vitamin) K1 dan K2. K1 dalam bayam, brokoli, sayuran hijau, blueberry, semua jenis buah dan sayuran. K2 lebih baik diserap oleh tubuh. Harus saya sebutkan juga keju Belanda, dan keju Prancis,” lanjutnya.

Makanan Jepang dari kacang kedelai yang difermentasi yang disebut natto memiliki kandungan sangat tinggi dua jenis vitamin K tersebut. Jansen mengatakan, mungkin bisa dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat kesehatannya.

“Saya telah bekerja dengan seorang ilmuwan Jepang di London dan dia mengatakan itu luar biasa bahwa di daerah di Jepang di mana mereka makan banyak natto, tidak ada satu orang pun yang mati karena Covid-19; jadi saya katakan itu sesuatu yang perlu didalami,” ujarnya.

Penelitian, yang dilakukan dalam kemitraan dengan Cardiovascular Research Institute Maastricht, salah satu lembaga penelitian jantung dan pembuluh darah terbesar di Eropa, meneliti134 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit antara 12 Maret dan 11 April, bersama dengan kelompok 184 pasien yang tidak memiliki penyakit tersebut.

Jona Walk, seorang peneliti kedua pada studi ini, mengatakan: “Kami ingin mengambil pasien Covid-19 yang sangat parah dan acak sehingga mereka mendapatkan plasebo atau vitamin K, yang sangat aman digunakan dalam populasi umum. Kami ingin memberikan vitamin K dalam dosis yang cukup tinggi sehingga kami benar-benar akan mengaktifkan (protein) yang sangat penting untuk melindungi paru-paru, dan memeriksa apakah itu aman.”

Sumber: merdeka.com

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Natal Bersama Pemkab Landak 2020 Ditiadakan

  LANDAK – Mempertimbangkan situasi Pandemi COVID-19 yang masih mengancam Indonesia termasuk di Kabupaten Landak, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *