Selasa , 24 November 2020
Home / NEWS / Kematian George Floyd Memicu Kerusuhan Besar di AS

Kematian George Floyd Memicu Kerusuhan Besar di AS

George Floyd, 46 tahun yang meninggal ketika dibekuk polisi Senin 25 Mei lalu.

 

MINNEAPOLIS – Amerika Serikat hingga kini masih dilanda gelombang protes dan kerusuhan atas kematian seorang pria kulit hitam atau keturunan Afro-Amerika bernama George Floyd, 46 tahun, ketika dibekuk Polisi senin 25 Mei lalu.

Floyd meninggal setelah ditangkap polisi di luar sebuah toko di Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota.

Cuplikan video penangkapan Floyd pada 25 Mei memperlihatkan seorang polisi kulit putih, Derek Chauvin, menindih leher Floyd di tanah.

Chauvin, 44 tahun, kini sudah didakwa kasus pembunuhan.

Kejadian-kejadian penting yang berujung pada kematian Floyd terjadi dalam waktu 30 menit. Berdasarkan pengakuan sejumlah saksi, cuplikan rekaman video dan pernyataan resmi petugas berwenang, inilah yang terjadi pada saat itu.

Insiden ini bermula ketika ada laporan tentang uang kertas pecahan USD 20 yang dianggap palsu.

Laporan itu disampaikan pada siang 25 Mei ketika Floyd membeli sebungkus rokok dari toko Cup Foods, sebuah mini market.

Pegawai toko meyakini uang USD 20 dolar itu palsu dan melaporkan kejadian itu ke polisi.

Tidak Pernah Membuat Masalah

George Floyd

Floyd selama ini tinggal di Minneapolis sejak beberapa tahun lalu setelah pindah ke kota itu dari kota asalnya di Houston, Texas. Dia belum lama ini bekerja sebagai tenaga keamanan dan seperti jutaan warga AS lainnya, dia menjadi pengangguran karena pandemi corona covid-19.

Floyd sudah biasa membeli sesuatu di Cup Foods. Dia punya wajah ramah, pelanggan yang baik dan tidak pernah membuat masalah, kata pemilik toko Mike Abumayyaleh kepada stasiun televisi NBC, seperti dilansir laman BBC, Sabtu (30/5).

Tapi Abumayyaleh saat itu tidak sedang berada di toko. Pegawainya yang masih remaja hanya mengikuti prosedur jika ada uang kertas mencurigakan.

Dalam teleponnya ke 911 pada pukul 20.01, pegawai toko itu mengatakan kepada operator dia ingin sebungkus rokok itu dikembalikan tapi Floyd menolak memenuhi permintaannya, kata transkrip percakapan yang dirilis pihak berwenang.

Pegawai toko menyebut Floyd tampak seperti sedang mabuk dan tidak bisa menguasai diri, kata transkrip polisi.

Tak lama setelah sambungan telepon itu, sekitar pukul 20.08 dua petugas polisi tiba. Floyd saat itu sedang duduk dengan dua orang lain di sebuah mobil yang diparkir di ujung toko.

Polisi Mengeluarkan Pistol

Setelah mendekati mobil, seorang polisi, Thomas Lane, mengeluarkan pistolnya dan mendesak Floyd keluar dari mobil dan mengangkat tangan. Namun jaksa penuntut tidak menjelaskan mengapa Lane saat itu berpendapat dia harus mengeluarkan pistolnya.

Lane, kata jaksa, “menarik tangan Floyd untuk membawanya keluar mobil.” Floyd kemudian “meronta-ronta ketika tangannya diborgol”.

Ketika diborgol itu Floyd lalu patuh saat dijelaskan oleh Lane soal mengapa dia diringkus karena melanggar aturan uang palsu.

Ketika petugas akan membawa Floyd ke mobil polisi pada saat itulah Floyd berontak.

Sekitar pukul 20.14 Floyd dilumpuhkan, dijatuhkan ke tanah, dan dia mengatakan kepada petugas dirinya mudah merasa ketakutan atau claustrophobia, kata laporan petugas.

Chauvin kemudian tiba di lokasi. Dia dan petugas lainnya kemudian terlibat dalam upaya membawa Floyd ke dalam mobil polisi.

Pada saat itu, sekitar pukul 20.19 Chauvin menarik Floyd dari sisi pintu penumpang mobil hingga membuat dia jatuh ke tanah, kata laporan tersebut.

Floyd tertelungkup di tanah, wajah ke bawah dan masih diborgol.

Pada saat itulah saksi mata merekam kejadian tersebut dan Floyd ketika itu terlihat dalam keadaan tertekan. Detik-detik itulah yang direkam banyak ponsel warga dan disebarluaskan di media sosial.

Floyd dibekuk petugas dan Chauvin menindih lehernya ke tanah dengan lututnya.

“Saya tak bisa bernapas,” ujar Floyd berulang kali seraya bersumpah atas nama ibunya dan memohon-mohon.

Selama delapan menit 46 detik Chauvin masih menindih leher Floyd dengan lututnya, kata laporan jaksa.

Enam menit setelah itu Floyd kemudian tidak bergerak. Dalam video kejadian, pada saat itulah Floyd terdiam dan warga yang melihat meminta polisi memeriksa nadinya.

Seorang polisi, JA Kueng, memeriksa nadi di tangan kanan Floyd dan dia bilang “tidak ada nadinya”. Petugas kemudian tidak beranjak.

Pada 20.27 Chauvin mengangkat lututnya dari leher Floyd. Dalam keadaan tak bergerak Floyd kemudian diangkut dengan tandu roda ke Pusat Medis Hannepin dengan mobil ambulans.

Dia dinyatakan meninggal sekitar satu jam kemudian.

Picu Kerusuhan

Kematian Floyd memicu kemarahan warga AS tentang polisi yang selama ini membunuhi warga kulit hitam dan memperparah isu rasisme dan ketidakadilan di AS.

Floyd menjadi sosok korban setelah sebelumnya ada kasus serupa yang dialami Michael Brown, Eric Garner, dan yang lainnya. Rangkaian peristiwa sebelumnya memicu munculnya Gerakan Black Lives Matter setelah kematian Trayvon Martin pada 2012.

Di New York, massa bentrok dengan aparat. Pengunjuk rasa melempari proyektil dan membakar serta menghancurkan mobil polisi. Sejumlah aparat luka dan banyak orang ditangkap.

Sementara di Minnesota saat ini masih dalam keadaan genting dan aturan jam malam diberlakukan di Kota Minneapolis dan Saint Paul dari mulai pukul 20.00 hingga 06.00 Jumat dan Sabtu kemarin.

Pengunjuk rasa menentang jam malam pada Jumat dan sejumlah mobil dan bangunan dibakar massa.

Di Dallas, aparat keamanan melepaskan tembakan gas air mata ke kerumunan pengunjuk rasa yang melempari batu.

Demonstran juga memblokade jalanan di Los Angeles dan Oakland. Grafiti di tembok-tembok bertuliskan “Bunuh Polisi”.

Sumber: merdeka.com

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Natal Bersama Pemkab Landak 2020 Ditiadakan

  LANDAK – Mempertimbangkan situasi Pandemi COVID-19 yang masih mengancam Indonesia termasuk di Kabupaten Landak, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *