Jumat , 22 Januari 2021
Home / HEADLINE NEWS / Barang Kadaluarsa Masih Dijual di Swalayan Landak

Barang Kadaluarsa Masih Dijual di Swalayan Landak

Monitoring harga jelang perayaan hari raya Idul Fitri tahun 2020 di sejumlah mini market, toko hingga pasar tradisional Rakyat Landak

 

KALIMANTAN TODAY, LANDAK- Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Landak menggelar monitoring harga jelang perayaan hari raya Idul Fitri tahun 2020 di sejumlah mini market, toko hingga pasar tradisional Rakyat Landak rabu (20/5/2020).

Kalau sudah kita peringatkan, tetapi toko-toko masih tetap menjual tentu akan kita tindak dengan tegas

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Landak Samsul Bahri yang memimpin langsung kegiatan monitoring mengatakan bhawa monitoring yang dilakukan pihaknya ini untuk memastikan ketersediaan serta harga sembako jelang hari raya Idul Fitri tetap terkendali di pasaran.

“Dalam rangka menyambut hari lebaran ini, karena menjelang lebaran ini pembeli kan semakin banyak, jadi ada kekhawatiran kita yang pertama harga barang semakin tidak terkendali naiknya, kemudian yang kedua ada barang-barang yang tidak pantas dan sudah tidak layak dijual, tokoh ada kemungkinan ingin mencari untung, atau lalai bisa saja terjual, ini bisa jadi penyakit,” jelas Samsul Bahri rabu (20/5/2020).

Ia melanjutkan, dari hasil monitoring yang dilakukan pihaknya disejumlah swalayan, toko, hingga pasar tradisional harga-harga barang relatif masih normal, dimana belum ada kenaikan harga yang cukup siknifikan, meski ia juga tidak menapik ada beberapa kebutuhan pokok masyarakat lainnya yang saat ini sudah mulai menunjukan kenaikan harga, diantaranya harga bawang merah yang saat ini dijual dikisaran Rp. 55.000 perkilogram.

“Dari hasil monitoring kita, harga-harga barang masih dalam kondisi normal, ada beberapa juga yang memang sudah mulai merangkak naik, seperti bawang merah, sementara untuk harga ayam putih dan merah turun harganya, selain itu gula pasir yang juga kita khawatirkan harganya tinggi namun hari ini sudah ada kita dapatkan harga sesuai harga het Rp. 12.500, yang lain juga mungkin karna penyaluran gula belum merata jadi masih ada yang harga RP. 15.000 hingga Rp. 16.000,” tambahnya.

Selain harga sembako, harga daging sapi hingga saat ini menurut Samsul Bahri masih cukup standar, dimana dijual oleh pedagang dikisaran haraga Rp. 150.000 perkilogram, sedangkan untuk harga sayur-mayur juga masih relatif stabil dan tidak menunjukan kenaikan harga yang cukup siknifikan.

“Berdasarkan informasi dari penjual untuk stok barang masih cukup, jadi jangan khawatir kekurangan sembako menghadapi hari raya ini,”ungkapnya.

Sementara terkait adanya temuan barang-barang kadaluarsa yang masih dijual oleh para pedagang disejumlah swalayan, hingga toko yang dilakukan monitoring oleh pihaknya, Samsul Bahri meminta agar pemilik toko tidak menjualnya kembali, ia memastikan jika masih ditemukan adanya toko-toko yang menjual barang kadarwasa pihaknya memastikan akan menjatuhkan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau sudah kita peringatkan, tetapi toko-toko masih tetap menjual tentu akan kita tindak dengan tegas,” ketusnya (Sab).

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Jalan Rusak Diunggah di Medsos, Bupati Sanggau: Saya Bukan Diam. Tak Mau Menanggapi Bukan Berarti Tak Peduli

  SANGGAU. Curah hujan yang tinggi tak hanya mengakibatkan banjir, tapi juga longsor di Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *