Selasa , 4 Agustus 2020
Home / BENGKAYANG / Sensus Penduduk 2020, BPS Bengkayang Gunakan 160 Pencacah

Sensus Penduduk 2020, BPS Bengkayang Gunakan 160 Pencacah

 

FOTO/Humas /Krisantus
FOTO/Humas /Krisantus

 

KALIMANTAN TODAY, BENGKAYANG – Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Bengkayang akan menerjunkan sebanyak 160 tim pencacah sensus penduduk tahun 2020 khusus yang sistem offline atau door to door. Karena sistem sensus penduduk 2020 itu menggunakan dua metode, secara Online dan offline.

Sensus penduduk 2020 ini Pemkab Bengkayang menghimbau agar seluruh ASN ikut berpartisipasi dalam mensukseskan sensus penduduk khusnya yang secara online.

Asisten I Setda Pemkab Bengkayang, Yohanes Atet menyatakan, Pemerintah kabupaten Bengkayang dan BPS terus melakukan persiapan terkait hal tersebut. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah melakukan rapat koordinasi dengan melibatkan seluruh camat dan OpD di lingkungan Pemkab Bengkayang, di Aula Lantai V, Kantor Bupati, Selasa (11/2).

“Sensus penduduk tahun 2020 ini menggunakan dua sistem pencacahan secara offline dan secara online. Dalam mensukseskan sensus penduduk ini, saya menghimbau kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bengkayang untuk berpartisipasi aktif. Karena partisipasi ASN salah satu indikator suksesnya pelaksanaan sensus 2020,” ujar Yohanes Atet.

Yohanes Atet meminta agar ASN dapat mendaftarkan diri secara online. Ia juga meminta agar masyarakat bisa mendaftarkan diri untuk baik secara online maupun offline yang artinya mendaftarkan kepetugas, sehingga sensus penduduk tahun ini dapat berjalan dengan sukses.

“Jangan sampai ada yang terlewatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Bengkayang, Amad Badar menyatakan, selain pendataan secara online juga secara offline. Ia menyatakan dalam sensus ini akan menerjunkan 160 tim pencacah yang tersebar seluruh kecamatan.

Menurut Amad Badar, sensus offline dilakukan wawancara secara rumah ke rumah atau Door to door demi ke akuratan data. Ia pun berharap setelah melakukan sosialisasi hari ini semua ASN di Pemkab Bengkayang tahu, dan berkenan mengisi sensus penduduk kabupaten Bengkayang.
“Kenapa kita juga mengundang camat? Dengan harapan para camat saat rakor camat nanti bisa disampaikan ke para kadesnya. Terus kades juga menyampaikan ke para RT-nya. Dan harapan kita juga RT akan menyampaikan ke warganya. Sehingga informasi tidak terputus-putus dan terus disampaikan hingga ke bawah,” ujarnya.

Amad Badar berharap dengan adanya sosialisasi yang dilaksanakan informasi akan tersampaikan kepada masyarakat.

Sensus Penduduk 2020 Berbasis Online: Legislator Harap Hasilnya Sesuai Harapan

Anggota DPRD kabupaten Bengkayang, Martinus Khiu berharap sensus penduduk yang dilakukan dengan dua metode online dan offline dapat berjalan sesuai harapan. Mengingat data merupakan salah satu faktor yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan khususnya pemerintah dalam mengambil kebijakan bekenaan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Metode online dan offline tentu tidak bisa diterapkan dan berlaku rata di setiap daerah, mengingat masih terbatasnya sarana dan prasarana pendukung,” ujar Martinus Khiu.

Kata Martinus Khiu, yang pernah menjabat sebagai Ketua KPU Bengkayang ini menyatakan, akurasi data sangat bergantung petugas yang menjalankannya. Ia berharap, sensus penduduk tahun 2020 ini berjalan dengan baik dan akurat.

“Keakuratan data pun tergantung masyarakat dalam memberikan informasi dan data sesuai dengan kebutuhan,” tuturnya. (Titi).

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Antisipasi Karhutla, Bupati Landak Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan

  KALIMANTAN TODAY, LANDAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa dalam setiap kesempatan melakukan kunjungan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *